Korban: Pejabat LKBN Antara Mencium dan Meraba di Ruaang Terkunci

Ilustrasi.
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Dugaan tindak pelecehan seksual yang dilakukan oknum pejabat Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, berinisial FK terhadap 5 orang bawahannya disebutkan kerap dilakukan di ruang kerja FK yang tertutup dan terkunci.

Begitu pengakuan Ir, satu di antara korban pelecehan. Menurut Ir, pelecehan yang dialami ia dan rekan-rekannya terjadi pada medio Maret 2013 sampai Desember 2013.

Bacaan Lainnya

“Pelecehan seksual oleh atasan kami dilakukan di ruang kerja dia pada jam kerja, dengan kondisi ditutup rapat dan dikunci,” kata Ir mewakili rekan-rekannya korban pelecehan FK, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (22/1/2014).

Ir menjelaskan, tindak pelecehan oleh FK berupa cium dan raba. FK juga mengancam mereka agar jangan melaporkan hal ini kepada siapa-siapa.

“Dia mengancam kami tidak akan memperpanjang kontrak dengan tidak menandatangani PPI,” ujarnya.

Menurut Ir, pelecehan yang dilakukan FK sangat keterlaluan.

“Awalnya korban ada 6. Tapi satu orang menarik diri. Yang berani hanya kami 5 orang ini,” paparnya.

Ir mengaku apa yang mereka lakukan dengan melaporkan FK ke Polda Metro Jaya, memang mendapat prokontra dari rekan-rekan lain di LKBN Antara.

“Tapi kami harus lakukan ini, agar yang bersangkutan mendapat hukuman sesuai perbuatannya berdasarkan aturan yg berlaku. Kami menuntut ia diproses hukum,” ujarnya.

Usai memberi keterangan Ir justru histeris dan nyaris pingsan. Beruntung rekan-rekannya berhasil menopang tubuh Ir dan membawanya ke mobil yang membawa mereka pulang.

(WartaKota-TribunNews.com)

Loading...

Pos terkait