Kemarau Terus Berlangsung Sampai Oktober

Pendistribusian air bersih ke permukiman penduduk terdampak kemarau yang melanda Pulau Jawa dan Nusa Tenggara
Pendistribusian air bersih ke permukiman penduduk terdampak kemarau yang melanda Pulau Jawa dan Nusa Tenggara
Pendistribusian air bersih ke permukiman penduduk terdampak kemarau yang melanda Pulau Jawa dan Nusa Tenggara
Pendistribusian air bersih ke permukiman penduduk terdampak kemarau yang melanda Pulau Jawa dan Nusa Tenggara

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis bahwa sebagian Pulau Jawa saat ini mengalami puncak musim kemarau dan diprediksi sampai akhir Oktober 2017.

Sementara musim penghujan akan terjadi mulai akhir Oktober-November mendatang dan itu terjadi pada sebagian daerah dengan 260 zona musim atau 76 persen. Sementara puncak musim hujan diprediksi Desember sampai Februari 2018, meskipun demikian menjelang musim tersebut tetap dilakukan pendistribusian ke sejumlah daerah terdampak.

Muat Lebih

Kepala Pusat data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, berjuta-juta liter air bersih didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan memasak dan minum, sedangkan untuk mandi dan mencuci memanfaatkan sumber mata air dari sungai atau embung

“BNPB memberikan bantuan dana siap pakai kepada BPBD yang telah menetapkan status darurat untuk menangani kekeringan,” ungkapnya.

Sebelumnya baca, 3,9 Juta Jiwa Rakyat Indonesia Memerlukan Air Bersih

Beberapa wilayah di Pulau Jawa, tidak hanya di Jateng, Jatim, DIY saja, kekeringan juga terjadi di Provinsi Banten dan Bali dan saat ini masih dalam pendataan, kemudian di beberapa daerah juga mengalami kemarau panjang, dan itu terus terjadi tiap tahunnya.

Sutopo menerangkan, kemarau terjadi tidak saja karena tidak terjadi musim hujan, akan tetapi karena adannya kerusakan lingkungan, sehingga beberapa aliran sungai sebagai sumber penghidupan mengering. Sementara kebutuhan air bersih masih meningkat dan ini menjadi penyakit yang harus dihadapi tiap tahunnya.

Salah satu solusinya menurut keterangan Sutopo, melakukan pembangunan sumur bor, pembangunan perpipaan, pemanenan hujan, pembangunan embung dan waduk, rencana tersebut paling tidak dapat mengatasi kekeringan meskipun telah ada pola dalam mengatasi persoalan tersebut tiap tahunnya.

BNPB terus berupaya mengantisipasi hal ini dan upaya rencana program tersebut akan digalakan teurs ke depan.

Loading...

Pos terkait

DomaiNesia