Kebebasan Pers Mesir Terancam ! 20 Wartawan Korban

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Kairo, Mesir –¬†Jaksa Mesir akan segera mengadili 20 wartawan, termasuk empat orang asing yang dituduh menayangkan berita palsu. Dari 20 wartawan tersebut terdapat 16 warga negara Mesir yang dituduh menjadi anggota ‘organisasi teroris’ dan empat wartawan lainnya adalah warga asing yang dituduh membantu organisasi teroris atau menyebarkan berita bohong.

Saluran berita yang berbasis di Qatar yang telah marah dengan penguasa militer negara itu menyatakan tuduhan itu tidak berdasar alias konyol.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Amnesty International menyebut langkah itu sebagai kemunduran besar bagi kebebasan media di Mesir.

“16 warga Mesir telah didakwa memiliki jaringan dengan organisasi teroris dan merugikan persatuan nasional dan perdamaian sosial,” kata jaksa.

Dua warga Inggris, Australia dan seorang perempuan Belanda telah dituduh bekerja sama dengan oposisi Mesir dengan menyediakan uang, peralatan, informasi dan menayangkan berita palsu yang bertujuan untuk menginformasikan ke dunia luar bahwa negara itu dilanda perang saudara.

Dari 20 jurnalis, hanya delapan yang ditahan, sementara yang lain sedang dicari.

Al -Jazeera mengatakan hanya lima wartawan yang ditahan. Jaksa tidak menyebutkan nama mereka yang ditahan, tapi tiga wartawan Al -Jazeera ditangkap pada 29 Desember lalu. Mereka adalah Peter Greste asal Australia yang sebelumnya bekerja untuk BBC, Mohamed Adel Fahmy dan Produser Mesir Mohamed Baher.

Al-Jazeera mengatakan seluruh dunia tahu bahwa tuduhan pada wartawan kami tidak memiliki dasar. Mesir melakukan tindakan konyol dan tidak didasarkan pada realitas.

“Ini adalah tantangan bagi kebebasan berbicara dan hak wartawan untuk melaporkan aspek yang berbeda dari apa yang terjadi dan hak rakyat untuk mengetahui apa yang terjadi,” tambahnya sambil bersumpah akan mengawal terus kasus ini.

Sementara itu, Amnesty International yang berbasis di London menuntut pembebasan segera dan tanpa syarat Greste, Fahmy dan Mohamed.

[JaringNews]

Loading...

Pos terkait