Kapal Nelayan Karam di Perairan Pulau Pini

  • Whatsapp
Kapal SAR Padang berangkat dari Pelabuhan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang. Foto : Ikhwan
Kapal SAR Padang berangkat dari Pelabuhan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang. Foto : Ikhwan
Kapal SAR Padang berangkat dari Pelabuhan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang. Foto : Ikhwan

Sebuah kapal bagan nelayan yang tengah mencari ikan di kawasan perairan Pulau Pini Sibolga, Sumatera Utara dinyatakan hanyut pada Jumat (20/6). Penumpang kapal sendiri yang diketahui berjumlah 18 orang asal Sibolga dan 13 diantaranya dikabarkan sudah ditemukan.

Kepala SAR Kota Padang, Zainul Thahar mengatakan, pihaknya mengetahui hilangnya kapal itu pertama kali berdasarkan informasi dari SAR Medan. Dari informasi itu, pihaknya mendapatkan informasi bahwa sebuah kapal bagan nelayan tenggelam dan masuk dalam perairan wilayah operasi SAR Kota Padang.

“Kita dapatkan informasinya sekitar pukul 00.00 WIB. Informasi itu diberikan kepada kami karena diduga hanyutnya kapal telah masuk ke dalam ruang lingkup perairan operasi SAR Kota Padang,” katanya di Kantor SAR Kota Padang, Minggu (22/6).

Lanjutnya, sekitar pukul 02.00 WIB, pihaknya mendapatkan informasi bahwa sekitar lima penumpang ditemukan. Kemudian, pagi harinya, nelayan yang tengah lewat juga menemukan sebagian penumpang lagi yang ternyata telah terombang-ambing hingga ke Perairan Tiku.

“Kita belum mengetahui pasti berapa jumlah keseluruhan penumpangnya. Informasi terakhir kita dapat ada 13 penumpang yang telah ditemukan pada dua tempat yakni Perairan Tiku dan Perairan Pulau Pini,” katanya.

Lokasi karamnya kapal bagan nelayan di Perairan Pulau Pini. Foto : Ikhwan
Lokasi karamnya kapal bagan nelayan di Perairan Pulau Pini. Foto : Ikhwan

Jarak antara pulau Pini dengan perairan Tiku sendiri terbilang cukup jauh yakni sekitar 20 mil. “Jarak antara pulau Pini dengan Tiku itu sekitar 20 mil,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya saat ini belum dapat memastikan bagaimana kondisi 13 korban yang telah ditemukan. 13 korban sendiri diketahui telah diungsikan di Suar Tanjung Sigep.

“Kita masih menunggu kabar terkait kondisi 13 korban yang telah ditemukan. Tadi pagi, dua tim SAR Padang yang berjumlah sekitar 20 orang telah menuju kesana untuk memastikan kondisinya,” katanya.

Sementara, lima orang korban lagi saat ini masih dilakukan pencarian oleh kedua tim yang diberangkatkan oleh SAR Kota Padang. “Kita belum tahu jumlah pasti keseluruhan penumpangnya, karena tim kita dalam perjalanan kesana,” tuturnya.

Disebut Zainul, dugaan sementara kapal karam lantaran hantaman ombak karena diketahui pada Jumat malam kondisi cuaca dalam keadaan buruk. “Kemungkinan karena cuaca buruk dan kapal itu dihantam ombak,” pungkasnya

Loading...
  • Whatsapp

Pos terkait