Kantor GoJek Padang Ditutup, Masyarakat Protes ke Gubernur

Screenshoot salah satu komentar Netizen terkait penutupan Kantor GoJek Padang pada akun sosial media, Instagram milik Gubernur Sumatera Barat.
Screenshoot salah satu komentar Netizen terkait penutupan Kantor GoJek Padang pada akun sosial media, Instagram milik Gubernur Sumatera Barat.

 

 Screenshoot salah satu komentar Netizen terkait penutupan Kantor GoJek Padang pada akun sosial media, Instagram milik Gubernur Sumatera Barat.

Screenshoot salah satu komentar Netizen terkait penutupan Kantor GoJek Padang pada akun sosial media, Instagram milik Gubernur Sumatera Barat.

Pasca penutupan kantor Go-Jek di Kota Padang, menimbulkan kekecewaan dan perbincangan hangat ditengah masyarakat. Salah satu kekecewaan itu pun dilontarkan masyarakat melalui akun media sosial berbasis foto, Instagram @irwanprayitno.

Baca Juga

Meski informasi yang disebarkan oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno tidak berkaitan dengan penutupan kantor Go-Jek di Padang, setelah adanya aksi demo dari ratusan sopir angkor di Padang kemarin.

Namun, sejumlah netizen (pengguna sosial media) berkomentar bukan tentang hal yang disebarkan oleh Gubernur, melainkan tentang ditutupnya kantor Go-Jek di Kota Padang.

Seperti yang terlihat pada beranda instagram @irwanprayitno yang mengucapkan Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1439 H, namun dikomentari lain oleh para netizen.

Salah satu netizen yang turut berkomentari yakni @abang_andreee “Pak kalo blm bisa membuka lapangan pekerjaan jgn asal main tutup aja!!! Kuku yg panjang aja bukan jari yg dipotong melainkan kuku nya, jd kalo ada permasalahan kaya gini ya dimusyawarahkan dulu lah pak!”

Sementara dari komentar netizen lainnya @badenimuary menyatakan “Pak gojek adakan lagi pak, saya sebagai pengguna layanan butuh pak. Sangat membantu ke daerah yg tidak masuk angkutan, dan pembelian barang saat tidak bisa keluar rumah.”

Dari empat kali Irwan membagikan sejumlah kegiatannya sebagai seorang Gubernur Sumbar, ada sekira 250 lebih netizen yang berkomentar tentang meminta agar Go-Jek kembali dioperaiskan di Padang, serta ada sekira 2.000 lebih like yang diberikan dari empat kali Irwan membagikan statusnya di akun instagramnya tersebut.

Akan tetapi, dari ratusan yang berkomentar itu, Irwan ada menanggapi salah satu pernyatana dari netizen, dan jawaban irwan melalui akunya “saya malah mundur 1000 langkah jika saya biarkan, karena statusnya izin mereka masih ilegal. Jika saya biarkan, akan menjadi permakluman bagi bisnis ilegal lainnya”

Jawaban dari Irwan ini, seakan dinilai oleh para netizen bahwa Gubernur Sumbar mendukung bahwa Go-Jek tidak diperbolehkan lagi beroperasi di Padang. Hal yang demikian, terus membuat para netizen yang kebanyakan masyarakat di Sumbar, berkomentar dan bahkan menyalahi kondisi telah ditutupnya kantor Go-Jek di Padang.

Melihat situasi yang menyerang Gubernur Sumbar di media sosial, Kepala Biro Humas Setdaprov Sumbar Jasman menyatakan ada yang perlu dipahami oleh masyarakat terkait adanya penutupan kantor Go-Jek tersebut.

Untuk diketahui, persoalan Go-Jek bukanlah berada dibawah kebijakan seorang gubernur, melainkan Go-Jek beroperasi di daerah kabupaten kota.

“Di Sumbar ada dua daerah yang menyediakan layanan Go-Jek yakni Kota Bukittinggi dan Kota Padang. Jadi, kalau ada kebijakan ataupun perintah untuk menutup kantor Go-Jek bukanlah dari gubernur, tetapi langsung dari bupati atau walikotanya,” ujarnya.

Untuk itu, Jasman berharap kepada masyarakat ataupun para netizen untuk tidak salah memahami kebijakan penutupan kantor Go-Jek di Padang. Dengan adanya pemahaman, tidak menimbulkan dampak yang buruk terhadap kepala daerah di Sumbar.

[Endra]

Loading...

Rekomendasi

DomaiNesia