Kabut Asap Mulai Selimuti Kota Padang

Ilustrasi kabut asap di Kota Padang. Foto : Huda Putra.
Asap kiriman kebakaran lahan Provinsi Riau di Kota Padang. FOTO/HUDA PUTRA
Asap kiriman kebakaran lahan Provinsi Riau di Kota Padang. FOTO/HUDA PUTRA

Dampak kabut asap yang timbul akibat kebakaran lahan di Provinsi Riau mulai berdampak cukup menganggu aktivitas masyarakat. Namun,aktivitas transportasi di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang masih dalam kondisi yang relatif aman.

“Melihat pergerakan angin yang datang dari arah timur laut terdeteksi bahwa kabut asap telah memasuki daerah di Sumbar, namun dalam intensitas relatif aman,” kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Katapiang (BMKG) Kota Padang, Budi Samiaji, Kamis (13/2)

Muat Lebih

Saat ini, terdeteksi sedikitnya ada 62 titik api pada sejumlah daerah di Provinsi Pulau Sumatera. Titik api paling banyak berada di Riau sebanyak 36 titik, Kepulauan Riau enam titik api, Sumatera Utara 17 titik, Nanggroe Aceh Darussalam dua titik api dan Jambi satu titik.

“Dari pantauan BMKG Katapiang sejak satu pekan terakhir, titik api paling banyak terjadi sebanyak 112 titik. Rata-rata perhari bisa mencapai 60 hingga 80 titik api,“ jelas Budi.

Dia mengatakan, untuk Sumatera Barat yang paling terdampak kabut asap berada di kawasan daerah perbatasan dengan Riau. Sementara untuk daerah lainnya masih tergolong aman.

Asap kiriman kebakaran lahan Provinsi Riau di Kota Padang. FOTO/HUDA PUTRA
Asap kiriman kebakaran lahan Provinsi Riau di Kota Padang. FOTO/HUDA PUTRA

Namun intensitas hujan yang masih cukup bagus menjadikan kabut asap tidak terlalu merugikan bagi kawasan perbatasan tersebut. “Setidaknya dalam satu pekan terjadi satu kali hujan di beberepa daerah di Sumbar, dan hal itu cukup membantu mengurangi kabut asap,” katanya.

Perbandingan antara cuaca panas dan hujan di Sumbar 70 persen berbanding 30 persen, yang diperkirakan terjadi selama Februari. Dengan demikian, kondisi cuaca di Sumbar masih tergolong aman.

“Diprediksi, intensitas hujan akan mulai meningkat pada Maret dan April 2014 dan kembali berkurang pada Mei dan Juni,” lanjut Budi.

BMKG mengingatkan masyarakat khususnya peladang, untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, dan tetap menjaga kesehatan dengan menggunakan masker saat berkendara, agar tidak terkena gangguan saluran pernapasan. [AntaraSumbar/KP]

Loading...

Pos terkait

DomaiNesia