Jambret Versus Polisi Berkualitas Tembak Kelas Dua

Ilustrasi. Polisi. Foto : Tribunnews
Ilustrasi. Polisi. Foto : Tribunnews

Jika tidak ingin timah panas mendarat pada organ tubuh. Jangan coba-coba melakukan tindak kriminal di Kota Padang. Hal itu disampaikan langsung Kapolresta Padang Kombes Pol Chairul Aziz saat dikonfirmasi Kabarpadang.com, Minggu (11/6/2017).

Pihaknya akan menurunkan tim quick respon terhadap tindak kriminal di ibukota provinsi. Tim tersebut dibekali senjata api laras panjang dan pendek, serta sepeda motor berkulitas. 

Muat Lebih

Sehingga, pada saat peristiwa jambret di jalanan dapat mengejar dan menembak para pelaku. Selain itu, tim yang bertugas merupakan bintara dengan kualitas tembak kelas dua.

“Kami tidak main-main dengan hal ini, karena sudah banyak korban melapor bahkan sudah meresahakan,” katanya.

Tim itu telah dilatih dengan baik dan diterjunkan pun telah sesuai dengan Standar Operasi. Tim berjumlah puluhan itu dipanggil dari berbagai satuan baik yang telah bertugas di Mapolsekta dan Mapolresta.

Menerjunkan tim ke lapangan atas dasar peristiwa dan laporan yang berhasil diinput. Sekarang rawan tindak kejahatan jalanan, pencurian tindak kekerasan (curas), dan kejahatan kriminal lainnya sangat tinggi.

Sehingga, berinisiasi membentuk tim reaksi cepat untuk tindak penanganan kejahatan. Quick respon tindak kejahatan ini pun diamini oleh Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Padang Kompol Ediwarman, saat dihubungi terpisah.

Tim ini akan memberikan tanggapan cepat untuk melumpuhkan pelaku kejahatan yang acap kali beraksi terutama pada malam hari.

Prajurit yang bertugas akan mensisir jalanan ibukota provinsi, memantau keadaan dan tanggap akan informasi atas peristiwa yang terjadi, seperti jambret yang belakangan ini telah memakan korban. Quick respon tersebut memang sangat diperlukan kata Ediwarman.

Kasat Sabhara Polresta Padang Kompol Sigit Saputra berharap respon baik dari masyarakat juga ada, demi membantu kinerja tim yang akan melakukan penanganan terhadap tindak kejahatan.

“Jika ada yang mau timah panas bersarang pada tubuhnya, jangan coba-coba mengganggu ketertiban masyarakat dan juga melakukan tindak kriminal kepada warga yang hendak mencari nafkah,” tegasnya.

Loading...

Pos terkait

DomaiNesia