Tiwi Annisa Dwicika : Instagram, Media Citizen Journalism

Instagram, Media Citizen Journalism

Oleh : Tiwi Annisa Dwicika (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Andalas)

Kehadiran media online mempermudah manusia untuk mendapatkan informasi yang diinginkan, bahkan informasi yang berada sangat jauh.

Akun instagram @infosumbar merupakan salah satu contoh akun yang memberikan kemudahan untuk bertukar informasi, khususnya infomasi wisata yang ada di daerah Lampung melalui social media.

Produksi berita saat ini bukanlah menjadi hal yang sulit, semua orang bisa menjadi jurnalis meskipun latar belakang pendidikan bukan menyangkut mengenai Jurnalisme.

Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh berbagai penemuan dan kemajuan teknologi telekomunikasi dan media terutama karena kehadiran Internet.

Hal ini tentu saja merupakan sebuah langkah kemajuan yang besar, karena informasi dapat dengan cepat, mudah dan ringan untuk disampaikan.

Dalam hal ini sosial media memegang peranan yang dapat mencakup karakteristik jurnalisme online. Mungkin jika di tarik kebelakang, kita pernah mengalami bagaimana twitter berjaya dari pengguna di Indonesia.

Kejadian gempa Yogyakarta 2006 dan saat kejadian Gunung Merapi Meletus di tahun 2010 membuat twitter dinobatkan sebagai sarana tercepat dalam menyebarkan informasi.

Sama seperti media sosial lainnya seperti facebook, media sosial ini juga dapat digunakan unruk menyebarkan informasi dengan cepat.

Namun, kita tidak bisa hanya terpaku pada satu media sosial saja. Saat ini instagram sudah menjadi salah satu media yang diminati dalam jurnalisme online, terlihat pula banyaknya media-media massa yang membuat akun untuk memenuhi kebutuhan pembaca.

Saat ini pengguna akun media sosial Instagram sudah memasuki angka 400 juta pengguna dan 22 juta pengguna aktif di Indonesia (m.tempo.co).

Hal ini tentu saja berpengaruh karena fitur yang dibuat oleh instagram yaitu berupa publikasi foto dan video, hal ini membuat penulis/ user/ citizen journalism memilih menggunakan Instagram sebagai media menyebarkan informasi.

Citizen Journalism merupakan salah satu kegiatan yang terbantu dengan kehadiran internet. Saat ini, hampir semua orang yang memiliki akses internet dan terbiasa menggunakan fitur internet di gadget pribadi mereka dapat berpartisipasi dalam kegiatan menyalurkan dan menyumbangkan berita.

Keberadaan internet dan smartphonemenawarkan kesempatan pada orang-orang awam yang ingin menulis, memberikan komentar serta melakukan reportase atas peristiwa tertentu.

Bagi perkembangan Citizen Journalism sekaligus praktik Jurnalisme di Indonesia, keberadaan Instagram mungkin saja dapat menjadi alternatif baru yang sangat potensial.

Media arus utama bisa lebih memaksimalkan akun Instagram mereka yang selama ini belum terlalu aktif digunakan, dan warga dapat memanfaatkan akun pribadi mereka untuk berpartisipasi dalam menyebarkan informasi melalui kegiatan posting foto.

Ketika dikaitkan dengan praktik Citizen Journalism, idealnya para pengguna Instagram seharusnya memiliki motif reportase, yaitu melaporkan dan menginformasikan suatu kejadian tertentu, bukan hanya sekedar mengumpulkan dokumentasi online semata.

Pada saat melakukan kegiatan reportase, jurnalis memiliki tuntutan untuk mengetahui informasi lengkap mengenai suatu peristiwa terlebih dahulu sebelum menyebarluaskannya –sesuai dengan kaedah Etika Jurnalisme yang mereka pahami dan patuhi.

Dengan adanya kesadaran akan pentingnya informasi yang lengkap dalam berita, jurnalis dapat menjaga kredibilitasnya di depan masyarakat pengkonsumsi media.

Para pengguna Instagram yang menyebarkan informasi mengenai di Instagram tidak dapat diketahui identitas sesungguhnya secara akurat, yang menyebabkan kredibilitas mereka menjadi mudah untuk diragukan.

Selain itu, ketika unsur berita tidak terpenuhi, dampak yang dapat ditimbulkan juga bermacam-macam.

Mulai dari adanya rasa tidak puas akibat informasi yang sepenggal, terjadinya salah pemahaman yang ditimbulkan oleh kebiasan penulisan, hingga beredar luas informasi yang salah atau palsu di kalangan banyak orang dan berpotensi menimbulkan keadaan berbahaya seperti kerusuhan maupun social-panic.

Mayoritas pengguna sosial media aktif memiliki tujuan untuk terkoneksi dengan orang-orang terdekat mereka serta orang yang mereka kenal.

Baru setelah hal tersebut terpenuhi, mereka menggunakan sosial media untuk mendapatkan informasi. Dengan adanya karakter interaktif di Instagram, orang yang ingin mengetahui lebih banyak informasi dapat langsung menuliskan komentar pada box yang sudah tersedia di bawah foto.

Pemilik foto dapat segera memberikan jawaban sebagai respon, dan terciptalah interaksi di antara pengguna yang sifatnya informatif.

Keberadaan chatbox atau lahan komentar memang tidak dapat menjamin kesuksesan penyampaian informasi, ataupun menggantikan fungsi caption.

Chatbox lebih berfungsi sebagai peluang dan kesempatan bagi komunitas pengguna Instagram untuk mengekspresikan tanggapan mereka (entah dalam bentuk pertanyaan, apresiasi maupun kritik) terhadap foto yang di-sharingkan.

Praktik Citizen Journalism memang kental dengan unsur interaktivitas yang tinggi, dan mengusung tema kebebasan berpendapat (perilaku media yang demokratif).

Konsep yang mendasari unit analisis Nilai Berita (News Value) berasal dari teori Foto Jurnalistik yang sama dengan unit analisis sebelumnya yaitu Unsur Berita.

Untuk menjadi sebuah berita yang baik, foto harus memiliki nilai berita yang terkandung dalam caption sekaligus gambarnya. Nilai berita yang paling banyak ditemukan adalah Proximity.

Proximity berkaitan dengan faktor kedekatan antara penulis berita/fotografer dengan objek yang ada dalam berita/fotonya dan masyarakat yang akan mengkonsumsi berita/foto tersebut.

Nilai berita dalam praktik Jurnalisme professional menjadi ukuran pertimbangan untuk menentukan apakah suatu berita layak dipublikasikan.

Dalam konteks Jurnalisme Warga, ada sedikit penyesuaian – nilai berita tidak bisa dinilai berdasarkan pertimbangan professional ataupun dengan menggunakan sudut pandang editorial, karena tidak ada ukuran kaku yang harus dipenuhi (meskipun dianjurkan untuk tetap diperhatikan).

Artinya dalam hal ini warga yang menggunakan Instagram bisa bebas menginformasikan apapun sejauh mereka merasa hal itu perlu. Fasilitas Instagram yang sifatnya gratis dan bukan secara spesifik termasuk dalam kategori media jurnalistik utama menjadikan nilai foto yang dibagikan di dalamnya menjadi sangat beragam.

Citizen Journalism pada pemberitaan bencana mampu memberikan laporan terkini yang mendetail dari lokasi kejadian jika dilihat secara kolektif.

Sebagai sebuah praktik Jurnalisme Warga, Instagram sangat berfungsi dalam menyebarkan informasi dan gambar mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi pada saat itu juga (segi aktualitas). Kata kunci yang harus diperhatikan adalah ketepatan. Untuk bisa berguna, karya foto di Instagram harus diarahkan untuk sasaran dan tujuan yang tepat.

Dalam situasi bencana contohnya, foto-foto dan informasi yang tersebar di Instagram lebih tepat jika ditujukan untuk menyalurkan informasi yang sifatnya lokal, aktual dan memiliki sentuhan personal karena sasaran utamanya adalah warga yang terkena bencana sekaligus warga yang ingin membantu korban bencana.

Hal tersebut sesuai dengan karakter Citizen Journalism yang lebih berfokus pada informasi yang terutama berguna bagi kehidupan perorangan (personal life) dan kepentingan komunitas (community interest) di masyarakat.

Mayoritas informasi yang diberikan oleh warga merupakan hasil dari pengalaman mereka sendiri, sehingga banyak berbicara mengenai topik lokal misalnya keadaan seputar area tempat tinggal, situasi di pusat bantuan dan kondisi korban bencana.

Sebagai korban sekaligus penduduk lokal, ada keterikatan psikologis yang membuat penulis lebih memahami hal-hal seperti apa yang penting bagi komunitasnya. Warga juga berperan dalam menyebarkan informasi yang aktual karena mereka bisa mengirimkan foto kapan saja tanpa batasan (bersifat real-time).

Kegiatan sharing informasi dalam bentuk gambar (foto), dengan kategori fotografi jurnalistik berjenis Spot News sebagai kecenderungan utamanya. Kategori Spot News ini mampu memperlihatkan situasi suatu tempat atau kejadian secara akurat karena diambil langsung dari lokasi kejadian tanpa ada perencanaan terlebih dahulu. Keadaan tersebut memberi kesan otentik dan orisinil bagi yang melihatnya, apalagi didukung dengan penggunaan kamera handphone pribadi yang kental dengan karakter personal.

Justru karena kualitas foto yang biasa saja dengan segala kekurangannya dari segi teknis, karya foto tersebut akhirnya menjadi sebuah berita yang lebih terasa familiar (tidak asing) dibandingkan foto hasil jepretan jurnalis professional di media.

Praktik Citizen Journalism yang terjadi pada konteks situasi bencana lebih memprioritaskan faktor aktualitas daripada kualitas. Kualitas yang dimaksud misalnya resolusi foto dan kelengkapan informasi berita. Keterbatasan alat dan waktu menjadi faktor utama yang mempengaruhi kualitas tersebut, karena tindakan posting foto terjadi di tengah periode terjadinya bencana dan dilakukan oleh mayoritas masyarakat yang bukan seorang fotografer atau jurnalis professional.

Penggunaan sosial media sebagai jaringan komunikasi menyebabkan adanya tuntutan bagi partisipator untuk memiliki pengetahuan yang cukup tentang interface (tampilan) dan sistem kerja Instagram secukupnya.


Kanal Opini merupakan ruang bagi siapa saja untuk menyalurkan pendapat, dan opininya melalui tulisan di Kabarpadang.com. Seluruh isi dan publikasi sepenuhnya tanggungjawab penulis.

Loading...

Rekomendasi

DomaiNesia