Ini Tujuh Kelemahan Jokowi

  • Whatsapp
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. FOTO/VIVA
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. FOTO/VIVA
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. FOTO/VIVA

Karena banyak yang sedang euforia dengan Joko Widodo alias Jokowi dan memuji kelebihannya, sehingga elektabilitasnya tinggi, maka saya tidak perlu membahas kelebihan atau kekuatan Jokowi.

Saya hanya ingin kupas kelemahannya, biar kita semua waspada dalam memilih pemimpin. Kita wajib kritisi, karena kita tidak mau lagi terulang kepemimpinan yang penuh citra tapi minim prestasi.
Secara singkat saya ingin ulas lima kelemahan Jokowi. Pertama, Jokowi mau jadi wayang dari skenario penipuan. Jokowi mau jadi wayang dari skenario penipuan.
Kedua, Jokowi tidak komit dan tidak konsisten. Ketiga, Jokowi tidak mengukur diri dan ambisius.
Keempat, Jokowi, terindikasi tidak bersih dari korupsi. Kelima, Jokowi berpotensi tidak setia dan berkhianat.
Keenam, bahasa tubuh Jokowi tidak menunjukan sebagai pemimpin yang berkarakter kuat.
Sulit untuk dibantah bahwa popularitas Jokowi didongkrak oleh proyek ESEMKA. Proyek ini menaikkan citranya sebagai nasionalis. Karena, pesan yang diterima publik adalah Jokowi mencintai produksi nasional dan karya anak bangsa.
Padahal kalau ditelusuri secara moral, ESEMKA adalah penipuan besar ke publik. Karena Jokowi tidak care lagi setelah jadi Gubernur. Padahal spirit nasionalisme pada ESEMKA itulah yang membangkitkan simpati dan euforia publik.
Setelah jadi Gubernur Jakarta, Jokowi tidak bicara lagi tentang nasib ESEMKA dan gagasan nasionalisme lainnya. Mobil ESEMKA itu proyek abal-abal dan mestinya sudah dari awal disadari oleh Jokowi dan TIMnya bahwa sudah banyak yang berjuang untuk mobnas tapi gagal.
Ada Tommy Soeharto, ada Bakrie, ada BPPT, ada Rahmad Gobel, ada Sinivasan Texmaco, ada Bambang Trihatmojo, ada MR 90 bahkan LIPI. Semua mereka gagal, tidak kuat menghadapi cengkraman Jepang.
Pengaruh dan lobi Jepang dalam industri tersebut sangat kuat dan tak bisa digoyang. Saya yakin tim Jokowi tahu itu. Lalu, mengapa dipublikasi dengan luar biasa dengan tokohnya Jokowi?
Di situlah unsur penipuannya. Hanya untuk merebut citra dan publikasi serta pesan nasionalis. Demi popularitas, Jokowi yang dibiayai para cukong-cukong dan ahli strateginya.
 
Oleh: M. Hatta Taliwang, IEPSH
(Aktual.co)
Loading...
  • Whatsapp

Pos terkait