Ini Tanggapan Pemilih Muda di Pemilu 2014

  • Whatsapp
Simulasi pelaksanakan Pemilu 2014 di KPU Sumatera Barat.
Simulasi pelaksanakan Pemilu 2014 di KPU Sumatera Barat. Foto : Huda Putra
Simulasi pelaksanakan Pemilu 2014 di KPUD Sumbar. FOTO/HP
Simulasi pelaksanakan Pemilu 2014 di KPUD Sumbar. FOTO/HP

Pemilu (Pemilihan Umum) 2014 sudah dalam hitungan bulan. Pileg sendiri akan digelar sebanyak dua kali yaitu Pileg (Pemilu Legislatif) pada tanggal 9 April 2014 dan Pilpres (Pemilu Presiden) 9 Juli 2014 mendatang.

Semakin banyaknya para pemilih baru di kalangan pelajar yang biasanya disapa dengan “Kalangan Pemilih Muda” masih kurang mengetahui bagaimana secara detail pemilu dan masalah prosedurnya sebagai pemilih. Hal ini mengakibatkan banyaknya pelajar yang mengaku tidak berminat untuk mengikuti Pemilu 2014.

Bacaan Lainnya

Melalui spanduk-spanduk seputar pemilu 2014 yang telah dipajang pada sudut jalan dan tempat strategis diharapkan agar meminimalisir jumlah Golongan Putih (Golput) yang terus meningkat setiap Pemilu digelar.

Tercatat, KPU (Komisi Pemilihan Umum) RI pada pileg tahun 1999 angka golput 10,2 persen, 2004 sebesar 23,3 persen, sedangkan tahun 2009 sebanyak 29 persen.

Menurut Dainty Utami dari golongan pemilih muda, sosialisasi pemilu untuk kalangan pemilih muda sangatlah penting. Selain mengenalkan sosialisasi juga berfungsi untuk menarik pemilih muda agar ikut serta dalam pemilihan umum yang akan dilaksanakan tahun ini.

”Sudah ada sosilisasi pemilu, tetapi belum merata bagi seluruh pemilih muda. Pengguna hak suara sangat diharapkan dari seluruh kalangan, tidak hanya pemilih muda,” katanya.

Setelah diadakan dan mengikuti  sosialisasi diaharapkan nantinya para pemilih muda bisa menjadi relawan anti golput kedepannya. Bertugas dalam mensosialisasikan betapa pentingnya mempergunakan hak suara pada pemilu 2014.

Reporter : Ganang W.

Editor : MR

Loading...

Pos terkait