Ini Kronologis Kasus Siswi MTs Versi Polda Sumbar

  • Whatsapp
Ilustrasi. FOTO/TRIBUNNEWS
Ilustrasi. FOTO/TRIBUNNEWS
Ilustrasi. FOTO/TRIBUNNEWS

Polres Kabupaten 50 Kota melalui Polda Sumatera Barat menampik seluruh tuduhannya seperti penghilangan barang bukti dengan pembakaran dan pembersihan TKP terhadap kasus pemerkosaan siswi Mts.

“Tidak benar atas pernyataan tersebut dan tim dari Polsek telah melakukan penanganan semestinya sesuai aturan yang berlaku,” kata Kabid Humas Polda Sumbar, AKBP Syamsi di Padang, Senin (21/4).

Bacaan Lainnya

Syamsi menjelaskan kronologis kejadian tersebut, berdasarkan data dari Polres 50 Kota, korban awalnya meminta izin kepada orang tuanya pada 18 Maret sekitar pukul 16.05 WIB pergi ke rumah temannya untuk belajar.

Namun, hingga malam hari, korban tak kunjung pulang ke rumah. Orang tua korban yang merasa panik anaknya hilang langsung melaporkannya kepada Polsek Guguak tentang kejadian tersebut bersama Wali Nagari setempat.

“Polsek Guguak pun langsung menanggapi laporan korban dengan mengupayakan pencarian terhadap korban, hingga 1 x 24 jam korban masih belum ditemukan dan kepolisian tetap melakukan pencarian terhadap korban,” katanya.

Kemudian, tanggal 22 Maret sekitar pukul 19.00 WIB, anggota reskrim Polsek Guguak menemukan korban bersama pelaku disebuah tempat kos, tepatnya di belakang Koramil Guguak, Jorong Ketinggian Ken. Guguak VIII Koto, Kecamatan Guguak, Kabupaten 50 Kota.

Polsek Guguak pun langsung melakukan penahanan terhadap pelaku merujuk terhadap Pasal 81 Ayat 2 UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak jo Pasal 332 KUHPidana.

“Jadi, tidak ada kita lebih berpihak kepada pelaku, kita penegak hukum pastinya berkeadilan,” tegasnya.

Ia juga menampik adanya pembakaran barang bukti dan pembersihan Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan oleh Polsek Guguak. “Tidak betul itu, barang bukti ada dan sudah diamankan. Kemarin, Polres 50 Kota juga sudah memperlihatkannya kepada media massa,” tutupnya.

Loading...

Pos terkait