Ini Alasan LBH-PI Enggan Tandatangan BAP Kasus Siswi MTs

  • Whatsapp
Ilustrasi Cabul. FOTO/TERASPOS
Lembaga Bantuan Hukum Pergerakan Indonesia didampingi Lembaga Perlindungan Anak Sumbar memperlihatkan sejumlah temuan kejanggalan terhadap kasus pemerkosaan siswi Mts di Kenagarian Guguak, Kabupaten 50 Kota.
Lembaga Bantuan Hukum Pergerakan Indonesia didampingi Lembaga Perlindungan Anak Sumbar memperlihatkan sejumlah temuan kejanggalan terhadap kasus pemerkosaan siswi Mts di Kenagarian Guguak, Kabupaten 50 Kota.

Lembaga Bantuan Hukum Pergerakan Indonesia (LBH-PI) menerangkan alasan terkait tidak ditandatanganinya Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepolisian terkait kasus perkosaan siswi MTs berinisial NPD (14) di Kenagarian Guguak, Kabupaten 50 Kota.

Tim Kuasa Hukum korban (LBH-PI), Guntur Abdurrahman mengatakan, pihaknya enggan mentandatangani lantaran BAP kepolisian yang dinilai berisi jauh dari fakta sebenarnya.

“Ada yang tidak ada dimasukkan ke BAP, begitu juga sebaliknya yang ada malah tidak dimasukkan. Makanya, kami tidak mau mentandatanganinya,” katanya di Padang, Rabu (27/5).

Pihaknya juga menilai penjelasan polisi yang menyebut berpacaran tidak diperkuat dengan adanya Barang Bukti (BB). “Polisi bilang mereka suka sama suka dan buktinya terlihat dari pesan SMS handphone korban. Tapi, apakah sampai saat ini polisi pernah memperlihatkannya kepada publik, terutama keluarga korban atau kami selaku kuasa hukum,” tegasnya.

Kemudian, serbuk putih yang ditemukan warga pada saku celana pelaku, lalu diserahkan kepada pihak kepolisian sampai saat ini masih belum diungkap. “Warga temukan serbuk putih yang kami duga itu barang haram, tetapi sampai saat ini kepolisian tidak pernah mengungkapnya agar jelas titik terangnya,” jelasnya.

Selain itu, beriringan dengan serbuk putih tersebut, pihaknya menduga korban dicercoki minuman keras maupun narkoba. “Korban mengungkap kepada kami, selama dia disekap sering kali meminum air yang rasanya tidak dikenalnya dan langsung pusing, ini kami duga kemungkinan ada dua yaitu minuman keras atau tidak parahnya narkoba,” ujarnya.

Menurutnya dalam hukum, anak dibawah umur tidak mengenal namanya saling ingin melakukan hubungan seperti bersetubuh. “Dalam hukum tidak mengenal suka sama suka, yang ada itu dibujuk atau dipaksa, karena ini menyangkut anak dibawah umur,” katanya.

Loading...
  • Whatsapp

Pos terkait