IHSG Menguat, Ini Prediksi Pekan Depan

  • Whatsapp
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Hanya menyisakan dua hari perdagangan sebelum akhir tahun, indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan akan cenderung menguat memanfaatkan momentum window dressing. Meskipun, volume transaksi akan mengalami penurunan karena banyaknya pelaku pasar yang masih libur panjang.

Pada perdagangan sebelum Natal, Rabu 24 Desember 2014, indeks di zona hijau dengan kenaikan 27,92 poin atau 0,54 persen di level 5.166,98. Volume transaksi pada pasar reguler melemah menjadi hanya Rp3,1 triliun, sementara investor asing mencatatkan penjualan bersih (net foreign sell) sebesar Rp260 miliar.

Bacaan Lainnya

Dengan demikian, dalam sepakan ini yang hanya berjalan tiga hari perdagangan, indeks saham di bursa berhasil menanjak 0,43 persen. Sedangkan, pemodal asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp340 miliar.

Pengamat Pasar Modal, Stefanus Mulyadi Handoko mengatakan bahwa secara teknikal, untuk perdagangan Senin besok, indeks diprediksi akan terdongkrak naik dengan mencoba menembus resistance (batas atas) 5.178.

Menurut dia, jika resistance tersebut dapat terlewati maka indeks saham berpeluang menuju kisaran resistance selanjutnya di 5.195-5.207. Adapun, katanya, untuk level supportnya (batas bawah) berada di 5.135.

“Penguatan indeks pada akhir tahun ini sebaiknya dipergunakan untuk mengurangi sebagian posisi saham di portfolio. Dan memilih untuk menyimpan sebagian cash untuk berjaga-jaga terhadap potensi koreksi jangka pendek pada indeks yang diperkirakan akan terjadi di awal atau pertengahan Januari 2015,” ujarnya kepada VIVAnews, Minggu 28 Desember 2014.

Stefanus menjelaskan, adanya beberapa gap bawah pada indeks dan overbought-nya bursa saham global serta posisi net sell asing yang terjadi sejak bulan September memperlihatkan adanya sebuah proses distribusi sedang terjadi pada pasar.

Bursa Saham AS

Sebagai informasi, sehari sebelum libur Natal, bursa saham AS atau Wall Street cenderung bergerak datar dan ditutup mixed, walaupun terdapat penguatan data tenaga kerja di AS. Bahkan, perdagangan ditutup lebih cepat tiga jam dari biasanya membuat volume transaksi turun.

Indeks Dow Jones berakhir menguat tipis 6,1 poin atau 0,03 persen ke level 18.003,27, S&P500 melemah 0,29 poin atau 0,01 persen ke level 2.081,88 dan Nasdaq naik 8,05 poin atau 0,07 persen ke level 4.773,47.

Selain itu, sehari setelah Natal, Wall Street menutup perdagangan dengan positif. Dow Jones dan S&P500 ditutup di rekor baru lagi.

Namun demikian, perdagangan berjalan sepi karena banyak pelaku pasar yang masih libur. Dow Jones naik 23,5 poin atau 0,13 persen ke level 18.053,71, S&P500 naik 6,89 poin atau 0,33 persen ke level 2.088,77 dan Nasdaq menguat 33,39 poin atau 0,7 persen ke level 4.806,86.

Sepanjang pekan kemarin, Dow Jones berhasil naik 1,4 persen, S&P500 menguat 0,9 persen dan Nasdaq tumbuh 0,9 persen. Ini, didorong oleh solidnya data pertumbuhan ekonomi AS ditambah dengan dukungan The Fed yang menahan suku bunga tetap rendah.

(viva.co.id)

Loading...

Pos terkait