Diharapkan, IHSG Lanjutkan Penguatan

  • Whatsapp
Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto : Istimewa
thumb_Bursa_Efek_Indonesia_Lantai_Bursa_SY_2
Bursa Efek Indonesia.

Pelemahan laju bursa saham Asia membuat laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat tertahan. Tetapi, mulai adanya aksi beli dari pelaku pasar saat sesi kedua membuat IHSG perlahan bangkit dan hingga akhir sesi mampu kembali ke zona hijau.

“Masih adanya hasrat untuk mengamankan posisi sempat membuat IHSG lunglai. Ditambah dengan melemahnya laju bursa saham Asia,” kata Head of Research Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (23/4/2014).

Reza melanjutkan bahwa meski laju nilai tukar rupiah bergerak melemah, namun IHSG mampu menghijau. Serta tidak adanya berita negatif signifikan yang mengharuskan IHSG untuk melemah.

“Masih adanya pemberitaan terkait pembagian dividen, ekspektasi kinerja emiten kuartal-I 2014, maupun aksi korporasi lainnya membuat pelaku pasar kembali masuk sehingga IHSG pun dapat menghijau,” lanjutnya.

Sepanjang perdagangan kemarin IHSG menyentuh level 4.898,21 (level tertingginya) jelang preclosing dan menyentuh level 4.858,82 (level terendahnya) di midsesi satu dan berakhir di level 4.898,91.

Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy (beli bersih) dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell (jual bersih).

Untuk perdagangan hari ini, Reza memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support (level bawah) 4.850-4.869 dan resistance (level atas) 4.908-4.918. Hammer di atas middle bollinger band (MBB). MACD masih bergerak landai dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih bertahan dari arah turun.

“Laju IHSG sempat berada di bawah kisaran target support (4.860-4.872), namun seiring naiknya daya beli mampu melewati target tersebut meski tidak menyentuh target resistance. Diharapkan, volume beli masih bertahan sehingga IHSG berpeluang bertahan di zona hijaunya meski tipis,” tukasnya.

wartaekonomi

Loading...

Pos terkait