Hingga Juni 2019, Dinkes Catat Ada 1.117 Penderita TBC di Padang

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Dinkes Padang Gentina saat kegiatan Diseminasi Informasi bersama Dikominfo Padang di ruang Command Center, Senin 9 September 2019.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Dinkes Padang Gentina saat kegiatan Diseminasi Informasi bersama Dikominfo Padang di ruang Command Center, Senin 9 September 2019. Foto : Istimewa

Padang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang mencatat, hingga Juni 2019, terdapat 1.117 kasus penyakit TBC (tuberculosis) di Padang.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Dinkes Padang Gentina mengatakan, dari tahun 2015 hingga 2018, gambaran penderita TBC beragam di Kota Padang.

Baca Juga

Dikatakannya, pada tahun 2015, pihaknya menemukan 1.541 kasus dengan 28 orang penderita meninggal dunia.

Kemudian, pada tahun 2016 terdapat 1.679 kasus dengan 40 penderita meninggal dunia. Tahun 2017, terdapat 2.182 kasus dengan 57 penderita meninggal dunia, dan tahun 2018 didapati 2.358 kasus dengan 45 penderita meninggal dunia.

“Sementara di 2019 sampai terhitung per Juni telah didapati sebanyak 1.117 kasus dengan data untuk penderita yang meninggal belum bisa dipastikan,” kata Gentina saat kegiatan Diseminasi Informasi bersama Dikominfo Padang di ruang Command Center, Senin 9 September 2019.

Disebutkannya, terkait penemuan kasus TBC berdasarkan kecamatan di Kota Padang untuk di 2018 yaitu untuk kasus terbanyak didominasi Kecamatan Koto Tangah dengan mendapati 367 kasus disusul Kecamatan Kuranji sebanyak 331 kasus dan Kecamatan Lubuk Begalung 265 kasus.

Selanjutnya Kecamatan Padang Timur juga terdapat 246 kasus, Padang Selatan 244 kasus dan Pauh 155 kasus. Sementara kecamatan lainnya hampir merata kasus yang ditemukan.

Gentina menyampaikan, pihaknya saat ini terus melakukan berbagai upaya dalam pengendalian dan penanggulangan penyakit TBC di Kota Padang.

Dalam upaya penjaringan kasus TBC di Padang, kata Gentina, telah diambil kebijakan sesuai Surat Edaran Wali Kota Padang per-29 Maret 2019 lalu.

Antara lain seperti menjaring semua kasus yang dicurigai TBC dengan gejala batuk berdahak selama 2 minggu atau lebih dengan cara menyampaikan dan melaporkan ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan.

Selanjutnya menggerakkan semua lapisan masyarakat dalam penjaringan kasus terduga TBC mulai dari RT, RW, tokoh masyarakat, kader PKK serta tenaga kesehatan dan unsur terkait lainnya.

“Selain itu juga menyampaikan penyuluhan tentang TBC di unit kerja masing-masing, melakukan pemantauan bagi anggota yang sudah terdiagnosa TBC terhadap keteraturan dan kepatuhan minum obat. Kemudian jika ada penderita TBC yang putus minum obat agar melibatkan semua pihak untuk memberikan dukungan dan motivasi demi kesembuhan penderita,” jelasnya.

Loading...

Rekomendasi

DomaiNesia