Hentikan Lajur Truk, Angka Kecelakaan Cenderung Menurun

Ilustrasi. Foto : Republika.co.id
Ilustrasi. Foto : Republika.co.id

Semenjak diberlakukannya sistem pembatasan lajur truk di sepanjang ruas Jalan Bypass, Kota Padang, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) mengakui bahwa ada perubahan yang terlihat.

Kadishubkominfo Padang, Rudy Rinaldi mengatakan, semenjak kebijakan tersebut diberlakukan, angka kecelakaan cenderung menurun. “Sesuai data kita, sepanjang Januari hingga Juli 2014, hampir tiap tiga hari sekali ada kecelakaan, Tetapi, semenjak kebijakan ini mulai menurun,” katanya di Padang, Kamis (13/11).

Baca Juga

Menurutnya, faktor dari terjadinya kecelakaan pada sepanjang ruas tersebut disebabkan oleh truk angkut barang yang membuat para pengendara tidak nyaman.

“Kita tidak permasalahkan truknya, tetapi kita tahu bahwa truk itu kan jalannya lambat. Pengendara dibelakangnya sering ingin memotong, disitulah sering terjadi kecelakaan karena tiba-tiba tersenggol maupun terkejut karena adanya kendaraan didepannya,” jelasnya.

Bahkan, biasanya, disebut Rudy pada kawasan Simpang Ampang hingga Simpang Belimbing sering terjadi kemacetan. “Pagi masyarakat bepergian, kemudian sore kembali ke rumah. Disini kita lihat, karena lajur truk yang lambat mengakibatkan kemacetan di dua persimpangan tersebut,” tuturnya.

Hingga saat ini, pemberlakuan kebijakan dilakukan terhadap semua jenis truk angkat barang, kecuali truk pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sebelumnya, pemerintah kota (Pemko) Padang menerapkan sistem penghentian laju truk pada pagi dan sore hari disepanjang lajur Bypass. Hal ini dilakukan untuk menekan angka kecelakaan dan memberikan kenyamanan bagi para pengendara.

Loading...

Rekomendasi

DomaiNesia