Heboh ! Buaya Masuk Pemukiman Warga

Buaya (47)
Buaya yang ditemukan saat diamankan di salah seorang rumah warga setempat. FOTO/CIS

Masyarakat di Kampung Tangah Belimbing, Kuranji, Kota Padang sejak Minggu (23/4) malam dihebohkan dengan penemuan sesosok buaya rawa (crocodylus porosus).

Salah seorang warga, Dasri menyebutkan, buaya betina itu pertama kali ditemukan saat merangkak di jalan berbatu tempat warga biasa melintas. Dia melihatnya sekitar pukul 23.00 WIB sewaktu kembali dari helatan saudaranya.

Baca Juga

”Lebih dari dua jam saya mengikuti buaya itu berjalan di tanah, hingga akhirnya terhenti di simpang tiga dekat rumah saya,” katanya saat ditemui di lokasi, Senin (24/3).

Lantas, pawang buaya pun dipanggil warga setempat guna mengamankan hewan terbilang ganas tersebut. “Dia tidak melawan sedikitpun pak saat diangkat oleh warga dan dipindahkan ke salah satu rumah warga yang belum selesai di sekitar lokasi penemuan,” ungkapnya.

Menurutnya, penemuan binatang buas itu merupakan kejadian yang pertama kali ditemui warga sekitar. “Ini kali pertama kalinya disini, jadi lumayan aneh-lah. Setelah diamankan, kini buaya itu kita ikat dan dipertontonkan serta sedekah yang diberikan oleh warga saat melihat buaya itupun nantinya akan digunakan untuk pembangunan kampung, kami belum tahu mau dikemanakan buaya ini pak,” jelasnya.

Sementara, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar menyebut saat ini memang ada sekitar empat habitat buaya di Kota Padang mulai terganggu. Akibatnya, membuat buaya-buaya yang berada di lokasi itu mulai masuk ke pemukiman warga.

“Di Padang sendiri ada sekitar empat habitat buaya, dua diantaranya sudah terganggu dengan pembangunan, seperti di Muara Air Payau di Air Tawar, Patenggangan, dua titik di Padang sarai Lubuk Buaya, serta di sekitaran perairan Batang Kuranji, dan saat ini yang tengah diteliti adalah kawasan Malvinas, Tunggul Hitam,” kata Wakil Komandan Satgas BKSDA Sumbar, Zulmi Gusmul saat dihubungi via seluler.

Dijelaskannya, kasus penemuan ini termasuk bukti bahwa ekosistem buaya di Padang mulai hilang. Melihat pertumbuhan pembangunan di Padang saat ini, dapat disimpulkan habitat crocodylus Porosus di Padang sudah mulai terganggu ditambah pula dengan semakin mengeringnya air sungai dalam beberapa hari belakangan.

”Kemungkinan besar buaya-buaya tersebut mencari tempat tinggal baru dengan memasuki pemukiman warga,” katanya.

Pihaknya sendiri berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan penuh karena bisa saja ada buaya-buaya lain yang memungkinkan masuk ke pemukiman warga. ”Saat ini warga di sekitar lokasi tersebut harus meningkatkan kewaspadaan, bisa jadi ada buaya lainnya yang tengah mencari tempat habitat baru,” tutupnya.

Reporter : Cicigustria

Editor : Ikhwan

Loading...

Rekomendasi

DomaiNesia