Gubernur Serahkan Bantuan Sosial Penguatan LDPM Gapoktan

  • Whatsapp
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno saat acara peresmian LDPM. FOTO/IST
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno saat acara peresmian LDPM. FOTO/IST
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno saat acara peresmian LDPM. FOTO/IST

Sulit Air, Pemerintah dalam rangka penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) bantuan dana secara bertahap, sebagai upaya pengaman dan stabiltas harga pangan masyarakat. Hari ini pemerintah melalui dana APBN Kementerian Pertanian RI menyerahkan bantuan kepada Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan) Jonjang Seribu Sulit Air Kabupaten Solok, sebesar Rp. 150 juta.

Hal ini disampaikan Gubernur Irwan Prayitno ketika menghadiri acara Lonching Dana Bantuan Sosial Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (P-LDPM) di Gapoktan Jonjang Seribu, Sulit Air Kabupaten Solok, Selasa (22/4). Hadir dalam kesempatan itu Kepala Badan Ketahan Pangan Ir. Effendi, Kepala BPM Dr. Suhermanto Raza,SH.MM, Kadis Ketahan Pangan Solok, Walinagari, Ketua Gapoktan, Camat Sulit Air.

Lebih jauh Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan, beras merupakan komoditi strategis dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat, karena beras menjadi makanan pokok masyarakat Sumatera Barat dan menjadi pendapatan bagi sebagian besar rumah tangga petani di daerah ini. Beberapa masalah yang cukup menonjol dihadapan oleh para petani terutama petani yang berada di Gapoktan, rendahnya harga tawar terutama pada saat musim panen, rendahnya nilai tambah produk pertanian karena terbatasnya kemampuan petani untuk mengolah hasil gabah.

Kemudian terbatasnya modal petani untuk melaksanakan kegiatan usaha jual beli gabah/beras. Terbatasnya akses pangan anggota Gapoktan terutama komoditas beras pada saat musim paceklik, sehingga diwilayah Gapoktan mempunyai cadangan pangan yang cukup. Hal ini berdampak pada rendahnya pendapatan, kurangnya semangat memproduksi dan rendahnya kualitas sumberdaya petani.

Kondisi ini apabila dibiarkan berkelanjutan akan semakin memperlemah ketahanan pangan rumah tangga petani dan dalam skala yang lebih besar dapat mempengaruhi ketahanan pangan daerah maupun nasional, ujarnya.

Irwan Prayitno juga menyampaikan kegiatan P-LDPM terdiri dari tiga tahap penumbuhan, tahap pengembangan dan tahan mandiri. Pada tahap penumbuhan Gapoktan diberi bantuan sebesar Rp. 150 juta yang digunakan untuk pembuatan gudang milik Gapoktan.

Pada tahun selanjutnya jika memiliki kinerja baik pada tahap pengembangan Gapoktan ditambah lagi dananya sebesar Rp. 75 juta. Dan pada tahap mandiri Gapoktan tidak lagi diberi bantuan modal dan tahap ke empat Gapoktan telah mandiri dan tidak perlu lagi bina akan tetapi diawasi dan dievaluasi penggunaan serta pengembangan dananya.

Tujuan pemberian dana bantuan sosial ini merupakan upaya penguatan LDPM kepada Gapoktan antara lain, memberdayakan Gapoktan agar mampu mengembangkan unit usaha, penyimpanan, penyediakan cadangan pangan, menjaga stabilitas harga gabah petani dimusim panen raya.

Meningkatkan nilai tambah produksi petani anggotanya melalui kegiatan penyimpanan atau pengolahan pengemasan, memperluas jaringan kerja sama distribusi / pemasaran yang saling menguntungkan dengan mitra usaha baik didalam maupun wilayahnya.

Di Provinsi Sumatera Barat telah melaksanakan kegiatan P-LDPM sejak tahun 2009 dan sampai 2013 telah menyalurkan dana melalui anggaran APBN untuk tahap penumbuhan sebesar Rp. 11.1 Miliar dan untuk tahap pengembangan sebesar Rp. 5,1 Miliar yang diberikan pada 74 Gapokton di 14 Kabupaten /Kota.

Tahun 2014 provinsi Sumatera Barat mendapat alokasi dana bantuan sosial P-LDPM sebanyak Rp.600 juta yang berikan kepada 4 Gapoktan pada Kabupaten Solok, Agam dan Pesisir Selatan. Dalam meningkatkan jejaringan kerjasama pemasaran Gapoktan Sumatera Barat yang saling menguntungkan baik dalam maupun diluar, melalui asosiasi Gapoktan LDPM penjajakan provinsi tetangga Riau, Jambi dalam bentuk gabah dan beras, terangnya

Ketua Gapoktan Jonjang Seribu Sulit Air Solok dalam kesempatan itu menyampaikan rasa senang dan bangga, bagaimana dana bansos ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani, menjaga stabilitas harga gabah dan beras bagi petani.

Tambahan dana ini tentu akan menambah kegiatan dan produktifitas Gapoktan Jonjang Seribu Sulit Air Solok dalam menjaga ketersediaan pangan dan menjaga kebutuhan petani disaat paceklik dan kebutuhan lainnya dengan harga yang stabil menyehatkan para petani, ujarnya.

(Release)

Loading...
  • Whatsapp

Pos terkait