Gigitan Anjing Diduga Rabies Bikin 13 Warga Jadi Korban

  • Whatsapp
Ilustrasi.
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Keganasan gigitan anjing yang diduga membawa virus rabies membuat setidaknya 13 orang menjadi korban terhitung dari Selasa (22/4) hingga Rabu (23/4) di Kota Padang. Para korban pun harus mengalami panas tinggi akibat gigitan tersebut, namun saat ini belum ada korban jiwa yang melayang.

Berdasarkan informasi, penularan virus diketahui terbanyak terjadi pertama kali di kawasan Simpang Gadut, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang kemarin. Pada daerah ini ada tiga orang yang tergigit oleh anjing.

Bacaan Lainnya

Kemudian, penularan virus mengalami banyak korban terjadi di kawasan Jalan Tunggang, Koto Lalang dan Kampung Dalam Binuang. Setidaknya, 10 orang dikabarkan menjadi korban gigitan virus anjing rabies tersebut.

“Ada seorang balita berasal dari Kota Solok juga menjadi korban gigitan anjing tersebut. Saat ini masih dirawat intensif di Ruang Petri,” kata Humas Rumah Sakit (RS) M. Djamil Kota Padang.

Ia menambahkan, ada tujuh diantaranya dirujuk untuk mendapatkan perawatan di RST Reksodiwiryo Kota Padang. “Sisanya langsung datang ke M Djamil, semua diberikan penanganan sesuai dengan prosedur dan setelah itu mereka pulang,” jelasnya.

Menurutnya, kebanyakan korban belum terkena virus rabies, tetapi baru gejalanya saja. Walaupun demikian, pihaknya akan melakukan penanganan intensif terhadap korban agar penyebarannya tidak cepat. ”Kita tetap tangani dan langsung diberikan vaksin agar tidak cepat menyebar,” tuturnya.

Sementara, salah seorang korban bernama Alfitri (48) mengungkapkan, dirinya digigit anjing saat pulang mengojek. ”Gigitannya kuat dan tidak mau lepas, akhirnya saya berusaha melepaskan dengan memegang rahangnya dan dibantu oleh masyarakat sekitar yang ikut melemparinya dengan batu, setelah itu anjing itu langsung kabur,” ungkapnya kepada wartawan.

Tak berapa lama, dia mengaku langsung merasakan badannya panas dan dada yang terasa sakit. Khawatir, pihak keluarga pun langsung membawanya ke rumah sakit Indarung dan Puskesmas Indarung.

Mencegah penyebaran virusnya, pihak Puskesmas memberikannnya dua suntikan di bahu kiri dan kanan. Katanya itu adalah vaksin untuk penangkal rabies dan harus menjalani dua kali suntikan lagi. ”Saya sendiri tidak tahu anjing itu datangnya darimana, sampai sekarang belum ditangkap,” tutupnya.

(Cicigustria)

Loading...

Pos terkait