FDR QZ8501 Berhasil Dievakuasi

  • Whatsapp
Panglima TNI Jend. Moeldoko dan Jajarannya Saat Konferensi Pers di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalteng, Senin (12/1) Foto: straitstimes.com
Panglima TNI Jend. Moeldoko dan Jajarannya Saat Konferensi Pers di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalteng, Senin (12/1) Foto: straitstimes.com
Panglima TNI Jend. Moeldoko dan Jajarannya Saat Konferensi Pers di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalteng, Senin (12/1) Foto: straitstimes.com

Flight Data Recorder (FDR) yang merupakan bagian dari kotak hitam (Black Box) pesawat AirAsia QZ8501 telah ditemukan pada hari Senin (12/1) pukul 07.11 waktu setempat. FDR ini diyakini milik AirAsia karena memiliki part number dan serial number yang sesuai dengan pesawat yang jatuh pada 28 Desember 2014 lalu tersebut. Hal ini juga telah dikonfirmasi oleh Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo.

“Itu dikonfirmasi karena di barang atau benda itu ada part number yakni PN-2100-4043-02 dan serial number SN-000556583,” ujar Soelistyo.

Berdasarkan konferensi pers yang dilakukan sore tadi, Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi menyatakan bahwa FDR tersebut diperkirakan dapat dibuka dan dapat dibaca dalam kondisi yang baik. Selanjutnya FDR ini akan dibawa ke Jakarta dan akan membutuhkan waktu tiga hari untuk membukanya.

“Kami membuat terobosan. FDR akan diterbangkan ke Jakarta dengan pesawat TNI AU. Untuk membukanya dibutuhkan waktu 2-3 hari. Tetapi, proses analisisnya akan memakan lebih banyak waktu. Kami juga membutuhkan input dari Airbus,” ungkap Tatang.

FDR ini ditemukan pada kedalaman 30 meter dan berada di bawah puing-puing sayap pesawat yang berlokasi sekitar 1 km dari lokasi ekor ditemukan beberapa hari yang lalu. Keberadaan FDR ini diketahui karena adanya sinyal ping yang terdeteksi oleh tiga kapal yang bertugas mengevakuasi korban AirAsia, yaitu kapal Baruna Jaya, Geo Survey dan Java Interior. Selanjutnya FDR ini berhasil diangkat dan dievakuasi oleh Tim Penyelam TNI AL, sebagaimana yang diutarakan oleh Kepala Basarnas Senin (12/1) pagi.

Flight Data Recorder ini berhasil dievakuasi oleh Tim Penyelam dari Dinas Penyelaman Bawah Air TNI AL, yakni Kapten Syaiful, Pelda Bambang, Serda Razak dan Kopda Edi Susanto,” ungkapnya.

Sedangkan bagian lain dari kotak hitam, Cockpit Voice Recorder (CVR), masih dalam proses pencarian. Bagian ini diperkirakan terpisah sekitar 20 meter dari lokasi FDR ditemukan. Hal ini disampaikan oleh Direktur Operasional dan Pelatihan Basarnas, Marsekal Pertama TNI SB Supriyadi pada hari Senin (12/1).

“Sinyal CVR sudah ketemu. Diperkirakan 20 meter dari FDR ditemukan,” kata Supriyadi.

Penemuan FDR ini juga mendapat tanggapan dari Tony Fernandes selaku CEO AirAsia. Ia percaya bahwa kotak hitam telah ditemukan, tetapi ia belum mendapatkan konfirmasi resmi. Seperti kicauan yang ia tulis di akun twitternya @tonyfernandes pada hari Minggu (11/1).

“Kami percaya black box mungkin telah ditemukan meskipun masih belum dikonfirmasi secara resmi. Tapi informasi yang datang cukup kuat,” tulisnya.

Selain itu, ia juga berterima kasih kepada Basarnas dan semua angkatan laut atas kerja keras dalam pencarian badan pesawat beserta korban-korban yang hilang. Ia berharap ada terobosan baru dalam pencarian tersebut.

“Mari kita berharap hari ini adalah hari terobosan besar dan kita dapat menemukan bagian utama pesawat. Yang penting bagi kami untuk menemukan semua tamu kami. Terima kasih kepada Basarnas dan semua angkatan laut,” ujar Tony.

Loading...

Pos terkait