Erupsi Gunung Marapi: Bahaya Terbang?

bpbd-agam-bagikan-masker-ke-warga-sekitar-gunung-marapi
BPBD Agam Bagikan Masker ke Warga Sekitar Gunung Marapi

Jakarta – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan, jalur penerbangan di sekitar Gunung Marapi, Sumatera Barat, berbahaya untuk dilintasi akibat erupsi yang terjadi pada Minggu (3/12/2023).

Meski demikian, pemerintah belum menerbitkan nota khusus terkait efek erupsi Gunung Marapi tersebut.

Bacaan Lainnya

Hal senada tergambar dari respons yang disampaikan oleh maskapai penerbangan.

Corporate Communications Strategic of Lion Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Minangkabau, Padang, Sumatera Barat (PDG) masih berjalan normal.

Lion Group telah menerima pemberitahuan resmi dari otoritas penerbangan sipil Indonesia, pengelola lalu lintas udara (AirNav Indonesia), pengelola bandar udara (Angkasa Pura II), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta pihak terkait bahwa operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Minangkabau tidak terdampak oleh erupsi Gunung Marapi.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, keselamatan tetap menjadi prioritas utama maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Apabila tidak aman untuk dilalui, katanya, penerbangan tersebut tentu akan ditunda atau bahkan dibatalkan.

Sementara itu, Ditjen Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan hingga saat ini belum ada bandara yang terkena dampak erupsi Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Kemenhub juga belum menerbitkan peringatan khusus atau Notam terkait erupsi Gunung Marapi.

Hingga saat ini, Kemenhub menyatakan masih melakukan koordinasi dan pemantauan pasca terjadinya erupsi pada hari Minggu, 3 Desember 2023 pukul 14.54 WIB.

Pos terkait