Elektabilitas Jokowi Menurun, Ini Alasannya

  • Whatsapp
Presiden RI, Joko Widodo. Foto : Istimewa

 

Calon Presiden RI, Joko Widodo
Calon Presiden RI, Joko Widodo

PDIP dinilai terlalu percaya diri akan memenangkan pemilihan presiden (Pilpres) 9 Juli mendatang. Hal itu menjadi blunder lantaran kini elektabilitas Jokowi telah terlampaui Prabowo.

“Pertama, PDIP menganggap sebelah mata elektabilitas Prabowo. Menurut saya, psikologi politik yang dibangun PDIP ini terlampau prematur,” kata pengamat politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Rendy Pahrun Wadipalapa kepada wartawan, Sabtu (28/6).

Rendy mencontohkan, bentuk rasa jemawa itu terungkap dari pernyataan Jokowi akan menang, meski dipasangkan dengan siapa pun. “Saat itu banyak sekali statemen dari pengamat yang bilang jika Jokowi dipasangkan dengan sandal jepit pun bisa jadi presiden,” katanya.

Kesalahan kedua, kata dia, adanya kubu yang tida solid dalam tubuh parpol pengusung. PDIP sendiri tidak satu kata dalam mengangkat Jokowi. “Polarisasi dan konflik internal inilah yang ikut menyurutkan elektabilitas Jokowi,” kata Rendy.

Ketiga adalah, strategi di media sosial. “Dengan memakai Jasmev sebagai unjung tombak, dia hanya memindahkan strategi ketika gubernur Jakarta ke pemilihan presiden,” kata Rendy. 

Menurut Rendy, media sosial memang penting untuk mengejar kue kelas menengah sekaligus pemilih pemula. Namun tipikal pemilih Indonesia sangat berbeda dengan Jakarta. “Kesibukan berlebihan di sosmed membuat timses Jokowi kecolongan dalam menggarap daerah dan massa riil,” kata Rendy.

Sebelumnya, laman The Sidney Morning Herald, Kamis (26/6), melaporkan sejumlah lembaga survei yang memiliki hubungan dengan Joko Widodo menahan publikasi hasil survei yang sudah dilakukan. Pasalnya, survei tersebut dikhawatirkan akan membuat mendorong para pemilih untuk mengalihkan dukungannya ke Prabowo.

(Republika)

Loading...
  • Whatsapp

Pos terkait