Dulu “Posyandu”, Kini “PAUD”

Anak-anak tengah mengikuti kegiatan PAUD Tunas Bangsa. FOTO/FADHILLAH HABIBUL HAMDA
Anak-anak tengah mengikuti kegiatan PAUD Tunas Bangsa. FOTO/FADHILLAH HABIBUL HAMDA
Anak-anak tengah mengikuti kegiatan PAUD Tunas Bangsa. FOTO/FADHILLAH HABIBUL HAMDA

PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) TUNAS BANGSA beralamat di Gunung Pangilun, Kota Padang ini telah berdiri semenjak Oktober 2010 dan diresmikan Februari 2011. PAUD ini berada dibawah naungan pengurus masjid Ikhlas setempat dikelola oleh buk Ambon yang merupakan pencetus berdirinya PAUD TUNAS BANGSA.

Berawal dari posyandu yang diadakan setiap bulan dirumah dirinya dengan tujuan melindungi dan memperhatikan pertumbuhan serta perkembangan anak usia dini, maka dia terinspirasi untuk membangun sebuah PAUD yang awalnya para siswa berasal dari daerah setempat. Namun, setelah berjalannya waktu siswa pun berdatangan yang kebanyakan dari daerah Jati, Bandar Buat, serta daerah lainnya diluar Gunung Pangilun.

Bacaan Lainnya

Awal pembangunan, PAUD ini mendapatkan bantuan dana Rp. 7.500.000 dari Dinas Pendidikan, dan 10.000.000 dari DPRD kota Padang. Saat ini, PAUD masih membutuhkan dana untuk renovasi pembangunan gedung yang dinilai masih kurang memadai.

“Kami sangat senang karena cita-cita kami untuk mendirikan PAUD ini tercapai sudah, semoga PAUD ini dapat terus berkembang lebih baik dan semakin baik lagi,” kata buk Ambon selaku pengelola saat ditemui di PAUD Tunas Bangsa, Gunung Pangilung, Kota Padang, Kamis (24/1).

3Untuk saat ini PAUD hanya mengenakan iuran Rp. 50 ribu setiap bulannya kepada setiap anak, dan iuran makan Rp. 2000 sehari per anak didik. Untuk baju seragam sendiri dikenakan biaya Rp. 40.000 setiap stelnya.

Donatur PAUD berasal dari warga sekitar yang mampu, dan akan diberikan kartu untuk diisi guna untuk mengetahui jumlah biaya yang diberikan setiap bulannya. Bahkan, donaturnya pun berasal dari warga tabek yang berada di perantauan. Lebih membanggakan dari PAUD ini adalah banyaknya prestasi yang telah diraih oleh anak-anaknya yang tak luput dari bimbingan para guru mereka.

PAUD ini terdiri dari pengelola, sekretaris, bendahara, dan dua orang guru biasa. Namun, semuanya terlibat dalam proses belajar mengajar. Siswa pada tahun ini tercatat sejumlah 43 orang, sedangkan jumlah total dari tahun pertama hingga tahun tiga ini terhitung sebanyak 257 siswa. Proses belajar mengajar dimulai dari pukul 07.30 WIB hingga 10.00 WIB dari hari Senin sampai berakhir hari Kamis setiap minggu-nya. Lantaran  PAUD ini  telah diresmikan oleh Dinas Pendidikan kota Padang, otomatis bahan ajar serta panduan juga berasal dari Dinas Pendidikan itu sendiri.

2Setiap harinya mereka juga dibekali makan dengan menu yang berbeda. Kelompok belajar juga dibagi atas tiga bagian, umur 3-4 tahun termasuk kedalam kelompok play group yang hanya dikhususkan untuk bermain. 4-5 tahun sudah dimulai perkenalan dalam dunia pendidikan secara sederhana,sedangkan usia 5-6 tahun sudah lebih ditekankan pada pengajaran seperti membaca berhitung mengenali nama hewan, buah, alat transportasi dan sebagainya.

“Kami juga berencana akan membangun TPA (tempat penitipan anak). Namun, belum bisa terwujud dalam waktu dekat ini lantaran kendala biaya untuk sarana dan prasarana penunjang yang sangat dibutuhkan seperti tempat tidur bayi,mainan,dan sarana prasarana lainnya,” tuturnya.

Reporter: Fadhillah H. Hamda

Editor : Wan

Loading...

Pos terkait