Dua Kakak Beradik Asal Medan Terlantar di Padang

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Dua orang kakak beradik ditelantarkan oleh sebuah bus jurusan Medan-Jakarta. Keduanya harus terkatung-katung di Kota Padang sejak Kamis (20/3) siang. Mereka lantas mengadukan nasib Jumat (21/3) ke SPKT Polresta Padang dan Dinas Sosial Provinsi Sumbar.

Kedua kakak adik yang bernama Kevin (26) dan Ani (23) ini mengaku telah dihipnotis oleh orang saat berada diatas bus SAN yang mereka naiki. Bahkan, tas mereka yang berisi uang Rp3 juta serta dua unit HP itu sudah tidak ada lagi.

Baca Juga

Saat melapor ke SPKT Polresta Padang, Kevin menceritakan dengan lugas kejadian yang menimpa mereka. Berawal dari dua kakak-adik ini yang hendak pergi ke Jakarta setelah pulang kampung ke Medan. Keduanya memang sudah terbiasa pulang dengan menggunakan Bus SAN untuk ke Jakarta dan tidak ada firasat apa-apa yang akan menimpa mereka. “Kami biasa pulang kampung naik mobil itu dan kembali ke Jakarta juga dengan mobil itu, makanya kami nyantai saja.” jelas Kevin kepada petugas.

Namun ketika bus sudah melewati kawasan Kuansing, Riau, tiba-tiba saja terjadi kerusakan. Semua penumpang yang ada diminta beristirahat dulu menjelang bus itu diperbaiki. “Saya dan adik saya memilih tidur di sekitar bus dan meletakkan barang-barang di dekat kami,” papar Kevin.

Malangnya, setelah bangun dari tidur, adik Kevin, Ani langsung histeris setelah mengetahui tas dan HP yang diletakkan di dekat dia tidur sudah mengirap. Tapi, nasib keduanya bertambah malang setelah bus yang mereka naiki itu menganjurkan untuk diganti dengan bus lain. “Sudahlah tas dan HP hilang, kami pun disuruh pindah ke bus lain yang dicarikan oleh awak bus SAN itu,” ucap Kevin.

Keduanya pun disuruh naik bus dengan nama dinding PO Ayah yang disebut menuju Jakarta. Karena tidak tahu, keduanya pun naik bus tersebut dan sampai di Kota Padang. “Kami sendiri kaget saat turun di pool bus itu, kok kami tidak sampai ke Jakarta,” jelasnya.

Merasa sudah tertipu, keduanya pun berusaha mencari tahu dimana lokasi mereka berada sekarang. Setelah bertanya, barulah mereka sadar sudah berada di Kota Padang, tapi tidak ada satupun bekal mereka, hanya pakaian yang terpasang di badan saja.

Keduanya pun sempat berjalan kaki dari pool PO Ayah menuju ke Kantor Dinas Sosial untuk meminta suaka, dan setelah itu jalan kaki lagi ke Polresta Padang untuk membuat laporan. “Sekarang kami capek sekali pak, sudah letih rasanya,” ucap keduanya saat istirahat di SPKT Polresta Padang, Jumat siang.

Kanit I SPKT Polresta Padang, Ipda Agustin membenarkan tentang hal tersebut dan bahkan pihaknya sudah membantu membuatkan surat pengantar untuk diserahkan nanti ke Dinas Sosial. Sementara ini, keduanya masih di ruang penjagaan SPKT Polresta Padang. [KlikSumbar/Sis]

 

Loading...

Rekomendasi

DomaiNesia