DSDA Sumbar Bakal Bongkar Dua Bangunan di Lembah Anai

langgar-aturan,-konstruksi-hotel-dan-kafe-di-lembah-anai-akan-dibongkar
Langgar Aturan, Konstruksi Hotel dan Kafe di Lembah Anai akan Dibongkar

Padang – Dewan Sumber Daya Air (DSDA) Sumatra Barat, Kementerian ATR/BPN, dan dinas terkait akan membongkar konstruksi bangunan hotel dan kafe Xakapa yang berdiri secara ilegal di sekitaran sempadan objek wisata Lembah Anai dalam waktu dekat.

Pembongkaran ini dilakukan karena bangunan tersebut melanggar tata ruang dan berdiri di kawasan lindung atau konservasi. Keputusan ini merupakan hasil sidang pleno DSDA Sumbar bersama instansi pemerintah terkait lainnya.

Baca Juga

Anggota DSDA Sumbar, Firman Hidayat, menjelaskan bahwa Kementerian ATR/BPN telah melakukan survei lapangan dan menyatakan bahwa dua objek bangunan tersebut, yaitu Pembangunan Rest Area dan Hotel PT HSH dan Xakapa Cafe, telah melanggar aturan tata ruang.

“Kementerian ATR/BPN juga telah melakukan rapat pembahasan kasus dalam rangka Penertiban Pemanfaatan Ruang di Kawasan Lembah Anai pada tanggal 17 April lalu,” ujar Firman, Kamis (2/5/2024).

Survei lapangan menunjukkan bahwa kedua lokasi Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) tersebut melanggar bidang Sumber Daya Air. Hal ini karena kedua bangunan itu berdiri tepat di kawasan sempadan sungai, yang merupakan pelanggaran terhadap Peraturan Menteri (Permen) PUPR No 28/2015 dan tidak memiliki rekomendasi/izin dari sektor terkait.

“Lokasi tersebut berada di Ruwasja, namun lokasi tersebut belum memiliki rekomendasi atau izin dari sektor yang berwenang,” jelas Firman.

Akademisi Fakultas Kehutanan UM Sumbar ini juga menerangkan bahwa kedua objek bangunan tersebut berdiri di lokasi rawan bencana banjir dan longsor.

“Secara historis, kejadian banjir setiap tahunnya, bahkan hampir selalu terjadi di kawasan Lembah Anai. Pembangunan kedua objek bangunan yang bakal menjadi lokasi beraktivitas orang banyak itu, akan semakin memperparah risiko bencana dan berpotensi menimbulkan korban jiwa,” tegasnya.

DSDA Sumbar akan segera melakukan rapat koordinasi dengan Forkompida untuk melaksanakan rencana aksi dalam waktu dekat, yaitu pemulihan kembali sempadan sungai pada kawasan Lembah Anai dan menjadikannya kembali menjadi fungsi lindung.

Firman Hidayat menegaskan bahwa DSDA Sumbar sudah berulang kali membahas dan merekomendasikan agar persoalan pelanggaran pendirian bangunan di kawasan wisata Lembah Anai harus segera diselesaikan dengan tuntas.

“Tujuannya adalah untuk mengembalikan dan menyelamatkan fungsi lindung dan lingkungan kawasan Lembah Anai dari ancaman kerusakan ekologis yang lebih masif dan parah lagi,” ucapnya.

“Saya berharap kita semua mendukung. Terwujudnya rencana aksi yang akan kita lakukan itu, adalah sebagai pembuktian kepada semua orang terkait sadar dan pentingnya menjaga lingkungan,” imbuhnya.

“Lokasi itu adalah lokasi yang rawan resiko bencana dan kita tidak mau ini akan beresiko dan akan mendatangkan musibah yang lebih besar. Hal itu juga sekalian sebagai pembelajaran,” pungkasnya mengakhiri.

Rekomendasi