DPRD Sumbar Pertanyakan Assessment Kedua yang Dilakukan Bank Nagari

Padang – Ketua DPRD Sumatera Barat Supardi mempertanyakan alasan Komisaris kembali melakukan assesment kedua bagi Calon Direksi Bank Nagari.

Padahal, kata Supardi, saat ini OJK tengah memproses seleksi lima Calon Direksi Bank Nagari yang diajukan pemegang saham via assement yang telah digelar sebelumnya.

Bacaan Lainnya

“Ini menjadi pertanyaan bagi DPRD, kenapa dibuka esesmen kedua. Sedangkan lima kandidat lainnya tengah melakukan tahap seleksi yang dilakukan oleh OJK pusat,” ujar Supardi saat membuka rapat dengar pendapat antara Komisi III DPRD Sumbar dengan OJK Sumbar dan Komisaris Bank Nagari, Senin 13 Januari 2020

Bahkan, dikatakan Supardi, dari 46 orang yang mengikuti assesment kedua tersebut, lebih dari 50 persennya tidak memiliki sertifikat manajemen risiko level lima yang menjadi syarat untuk para calon Direksi.

Supardi pun mengingatkan Komisaris Bank Nagari agar menjunjung tinggi integritas dan diintervensi oleh pihak manapun.

“Jangan ada konteks politik, BN harus diselamatkan dan dikelola oleh orang-orang bekompetensi, terutama pada sektor perbankan,” tegas Supardi.

Sedangkan bagi OJK, Supardi berharap, seluruh seleksi dilakukan dengan independen, dan merujuk pada aturan yang berlaku.

“Mengusai manajemen risiko level lima merupakan syarat yang harus dipenuhi, jika tidak memenuhi kenapa harus dimasukan asesmen kedua,” sebutnya.

Supardi meminta Bank Nagari fokus falam meningkatkan kinerja, agar produktifitas pembagian deviden untuk pemerintah provinsi bisa meningkat.

“Untuk saat ini, Bank Nagari telah memiliki aset mencapai Rp 24 triliun. Proses penetapan direksi harus dilakukan secepatnya, jangan sampai ada kekosongan pengelola,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Sumbar Afrizal menegaskan, OJK Sumbar harus melakukan pengawasan ketat terhadap kelangsungan Bank Nagari.

Apalagi, kata Afrizal, Bank tersebut, tengah melakukan transisi dari konvensional ke syariah.

“Pengawasan harus disesuaikan dengan undang-undang yang terkait,” tegasnya

Tidak hanya itu, Bank Nagari juga tengah melakukan seleksi calon direksi, ia berharap jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti hilangnya kepercayaan masyarakat kepada bank yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.

Afrizal melanjutkan, BN harus menjadi bank yang memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah.

Adanya asesment kedua yang dilaksanakan harus memiliki manfaat, terhadap BN maupun pemerintah daerah.

“Jika pelaksanaan asesmen kedua dirasa tidak perlu dilakukan, maka jangan habis-habiskan anggran,” katanya.

Loading...

Pos terkait

Hosting Unlimited Indonesia