Ditutup Etape Sembilan di Padang, Amir Zargari Juara

  • Whatsapp
Etape 6 Tour de Singkarak 2014. Foto : Merdeka
Etape 6 Tour de Singkarak 2014. Foto : Merdeka
Etape 6 Tour de Singkarak 2014. Foto : Merdeka

Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo optimistis kalu Tour de Singkarak bisa mengalahkan pamor Tour de France. Ini disampaikan Menpora hari Minggu (15/6) saat menutup Tour de Singkarak 2014. Tour ini berlangsung 7-15 Juni dengan peserta dari 18 menjelajahi total 1.250 Km dan melintasi 18 provinsi di Sumatera Barat.

“Saya yakin Sumbar bisa membuktikan kepada dunia, Tour de Singkarak akan bisa jadi pengganti Tour de France nantinya,” papar Roy Suryo di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Kota Padang. Penutupan dilaksanakn bersamaan dengan berakhirnya etape ke-9, yang melintasi Painan-Padang.

Hadir mendampingi Menteri Roy Suryo, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang Deno Firmansyah.

Untuk juara Tour de Singkarak 2014 adalah Amir Zargari setelah mampu membukukan catatan waktu tercepat dibandingkan 130 pebalap dari 18 tim. Amir Zargari, pebalap tim Pishgaman Yazd Iran itu mampu membukukan total catatan waktu 28.31.48 untuk menyelesaikan balapan dengan jarak tempuh 1.250 kilometer yang terbagi dalam sembilan etape.

Padahal dalam etape sembilan penentuan, Amir Zargari justru terlempar dari tiga besar pebalap tercepat. Juara etape sembilan adalah pebalap asal Avanti Racing Team Australia Brenton Jones dengan catatan waktu 2.43.12.

Kemenangan Amir Zargari pada kejuaraan ini cukup istimewa karena merupakan yang kedua. Pebalap asal Iran ini sebelumnya menjadi juara pada 2011. Selain menjadi juara yang kedua kalinya, keistimewaan Amir Zargari dalam meraih juara kejuaraan yang sudah keenam kalinya digelar ini adalah tidak pernah menjuarai sembilan etape yang dilombakan.

Dari sembilan etape yang dilombakan, pebalap asal Jepang Kohei Uchima dan Brenton Jones berhasil menjuarai dua etape, Sedangkan sisanya diperebutkan oleh pebalap yang berbeda, namun tidak ada pebalap yang berasal dari Indonesia.

Sementara untuk predikat Raja Tanjakan (Polkadot) dipegang oleh pebalap Pishgaman Yazd Iran, Ramin Mehrbaniazar dengan 40 poin. Sedangkan Raja Sprin (Kaos Hijau) direbut oleh pebalap 7 Eleven Filipina, Cris Joven dengan 35 poin.

Loading...
  • Whatsapp

Pos terkait