Ditabrak Kereta Api, Dua Siswi SMA 5 Tewas

  • Whatsapp
Ilustrasi. Kereta api.
Ilustrasi. Kereta api.
Ilustrasi. Kereta api.

Dua siswi SMA 5 Padang tewas ditempat, setelah sepeda motor yang dikendarainya ditabrak oleh kereta Si Binuang di simpang SMA 7, Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Kototangah, Kota Padang, Selasa (10/6) sekitar pukul 14.30 WIB.

Keduanya meninggal dunia lantaran kondisi kepala yang menggenaskan akibat tabrakan tersebut, ditambah luka robek disekujur tubuh serta mulut dan telinganya.

Kejadian itu bermula saat kedua siswi yang diketahui bernama Reza (17) dan Tika (17) yang juga siswi Diklat PPLP Sungai Sapiah, Kecamatan Kuranji itu akan menuju tempat latihan mereka di kawasan Lubuk Buaya.

Saat melintas di rel kereta yang tidak ada plang perlintasannya tersebut, kedua siswi ini tidak menyadari ada kereta yang melintas dari Padang menuju Padangpariaman. Keduanya pun langsung terpental dan terbentur dengan keras ke pinggir rel.

“Saya kaget juga pak, setelah melihat keduanya dihantam kereta, saya memberitahu warga sekitar dan langsung melarikan keduanya kerumah sakit pakai mobil pick-up pak,” ucap Rizki salah seorang saksi mata kejadian.

Kapolsek Kototangah, Kompol Saman Matanari membenarkan tentang kecelakaan tersebut. Beberapa personel Lantas langsung mengamankan lokasi kejadian dan Unit Identifikasi Polresta Padang juga sudah melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Kita mengerahkan personel untuk mengamankan lokasi, mulai dari mengatur lalu lintas, hingga mengamankan lokasi korban. Keduanya sudah dibawa ke RSUP M Djamil Padang,” katanya

Kanit Lakalantas Polresta Padang, AKP Indra SH menyebut, sebelum kejadian korban yang mengendarai sepeda motor merek Honda Win BA 3737 AJ keluar dari simpang tersebut. Saat melintasi perlintasan tersebut,  kereta api yang datang dari Padang menuju Padangpariaman dan langsung menyambar motor dua pelajar malang itu.

“Sepeda motor milik kedua korban ini sudah kita bawa ke Unit Lakalantas Polresta Padang, sejauh ini, kita masih berusaha menghubungi pihak PT KAI untuk mencari keterangan tentang peristiwa tersebut dan memeriksa beberapa saksi mata yang melihat langsung kejadian itu,” jelasnya.

Sementara, Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP M Djamil Padang, Gustafianof mengatakan, kedua korban kecelakaan kereta api tersebut sampai di rumah sakit sekitar pukul 14.50 WIB dengan menggunakan sebuah mobil pick-up.

Keduanya langsung dilarikan di Instalasi Pemulasaran Jenazah RSUP M Djamil Padang karena diduga sudah meninggal di lokasi kejadian.

“Keduanya sudah diinapkan didalam bungker jenazah dengan kondisi kepala yang nyaris hancur, hidung dan telinga yang mengeluarkan cairan putih serta beberapa luka robek di kaki, tangan dan badan mereka,” jelasnya.

(Cicigustria)

Loading...
  • Whatsapp

Pos terkait