Dipicu Rusak Motor, Warga Baku Hantam

  • Whatsapp
ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi0000

Dipicu karena permasalahan sepeda motor, sebagian warga terlibat aksi baku hantam, bahkan bacokan di Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah Padang, Sabtu (23/11) malam. Tiga orang yang menjadi korban pun dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan intensif.

Terkait hal tersebut, Kompol Saman Matanari Kapolsekta Koto Tangah membenarkan kejadian itu, berdasarkan informasi yang didapat, pertengkaran dimula karena permasalahan sepeda motor milik Fegi Zaro (60) yang dirusak oleh anak Laiya (40).

Bacaan Lainnya

Pihak Fegi yang tak terima atas pengrusakan itu mencoba mepertanyakan hal tersebut kepada sang ayah di kediamannya. Bermaksud untuk menyelesaikan secara baik-baik,  tetapi Fegi malah disiram dengan dua ember oleh keluarga Laiya sambil mengejarnya dengan sebuah pisau.

“Ini karena permasalahan motor, lalu pihak Fegi mencoba meminta tanggung jawab secara baik-baik kepada keluarga Laiya, tapi malah Laiya beserta istri dan anaknya menyirami pemilik motor itu”ujarnya saat ditemui di kawasan Jati Padang, Minggu (24/11) siang.

Guna meredam masalah yang berkelanjutan, pihak Fegi Zaro melaporkan kejadian itu kepada Fotani yang merupakan tetua Suku Nias di Padang Sarai. Fotani langsung mencoba mendamaikan kedua belah pihak, tapi itu semua tak membuat Laiya ingin berdamai, malahan Laila memanggil anggota keluarganya yang berada di Belimbing dan mengancam akan membunuh Fegi Zaro.

“Dia tetap tak mau berdamai sewaktu tetuanya tersebut mencoba mendamaikan, malah dia memanggil keluarganya dan mengancam akan scaling bunuh apabila Fegi Zaro masih bersikeras untuk meminta ganti”tuturnya.

Tak dihiraukan juga, Fotani lalu mendatangi Ketua Pemuda setempat untuk meminta bantuan guna menghindari hal yang tidak diinginkan. Para pemuda langsung mendatangi kediaman Laiya, namun tak ada kedamaian yang terjadi, bahkan keluarga Laiya langsung mengejar pemuda tersebut dengan parang dan senjata tajam lainnya.

Alhasil, kedua pemuda yang bernama Hen (38) dan Ayub (34) luka parah karena sabetan senjata tajam tersebut. Para pemuda lain pun tak terima melihat rekannya seperti itu, dan membalas perlakukan Laiya, hingga terkapar bersimbah darah.

“Kami pun yang mendapatkan informasi langsung ke lokasi, guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan, karena kabarnya ada beberapa warga yang membawa bensin”katanya.

Lanjutnya, ketiga korban tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit, melihat luka yang serius terhadap ketiga korban. “Hen menderita luka di bagian kepala, Ayub mendapatkan luka di bagian perutnya. Sementara, Laiya mendapatkan beberapa luka di bagian perut, kepala dan sekujur tubuhnya, karena itu mereka langsung dibawa ke rumah sakit” jelasnya.

Tak berhenti disitu saja, beberapa orang yang belum diketahui identitasnya membakar sebuah pondok di kawasan tersebut, pondok itu tak lain adalah tempat tinggal keluarga Laiya.

“Selang beberapa jam kemudian, kita ingin mencari surat-surat penting yang ada dirumah Laiya, tetapi kita mendapati pondok yang ditempatinya itu sudah hangus terbakar, dan kita akan cari tahu siapa pelakunya nanti”jelasnya.

Hari ini, Hen masih menjalani perawatan di rumah sakit Siti Rahmah Padang dan rekannya Ayub telah diperbolehkan pulang. Sedangkan, Laiya masih dirawat intensif di rumah sakit M.Jamil Padang karena luka yang parah pada sekujur tubuhnya.

“Hari ini kita menyiagakan personel di lokasi kejadian, dari Polresta Padang juga membantu untuk mengantisipasi adanya kejadian susulan, selanjutnya kita akan cari akar permasalahannya dahulu untuk menyelesaikan permasalahan ini”tutupnya.

Laiya sendiri merupakan warga keturunan Nias yang baru menetap beberapa bulan di kawasan tersebut.

Loading...

Pos terkait