Diduga Lupa Matikan Setrika, Dua Rumah Nyaris Jadi Puing

  • Whatsapp
Ilustrasi.
Petugas tengah memadamkan api terhadap kebakaran Rumah Makan Pagi Sore, Pondok, Kota Padang. FOTO/YATHADA
Ilustrasi kebakaran. Petugas tengah memadamkan api terhadap kebakaran Rumah Makan Pagi Sore, Pondok, Kota Padang. FOTO/YATHADA

Dua unit rumah permanen nyaris jadi puing setelah dilahap api di Perumahan Salingka Bumi Permai I Tabing, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Senin (2/6) sekitar pukul 17.00 WIB.

Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, namun pemilik rumah terancam kehilangan tempat tinggalnya dan akibat kejadian tersebut, korban menderita kerugian Rp150 juta.

Salah seorang warga, Randi menuturkan, kejadian itu diketahui warga setelah melihat bumbungan asap dari arah rumah korban. “Kami terkejut karena ada asap dari dalam rumahnya, ternyata kebakaran pak,” ungkapnya.

Warga sekitar yang panik langsung mencoba memadamkan api dengan alat seadanya sembari menunggu pemadam kebakaran. Selang beberapa menit, pemadam kebakaran datang dan langsung memadamkan api yang tengah berkobar besar tersebut.

Menurut Afrizal, PNS RSUD Pariaman yang juga pemilik salah satu rumah, saat itu rumah memang dalam kondisi kosong. Dia pun tidak tahu persis kalau ada korsleting listrik didalam rumah yang menyebabkan kebakaran. Dia mendapatkan informasi dari beberapa orang warga yang menelponnya.

“Saat sampai dirumah memang terlihat api sudah menjilati bagian rumah, saya sempat panik, tapi tetap berusaha bersama warga memadamkan api menjelang petugas pemadam kebakaran datang,” tukasnya.

Kabid Damkar Kota Padang, Edi Asri menyebutkan, pihaknya menurunkan dua unit mobil pemadam kebakaran dibantu 25 personel Regu Piket B untuk menjinakkan api yang tengah berkobar tersebut.

“Kita turunkan sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran dibantu dengan 25 personel Regu Piket B. Untung api tidak merembes kerumah lainnya,” kata Kabid Damkar Kota Padang, Edi Asri di lokasi kejadian.

Disebut Edi, dugaan sementara api berasal dari setrika listrik yang lupa dimatikan oleh pemilik rumah yakni Eti Wati. “Kita duga sementara, api pertama kali berasal dari arah setrika listrik yang tengah menyala,” jelasnya.

Akibat peristiwa tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp. 150 juta. “Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp. 150 juta,” pungkasnya.

Sementara, Kanit III SPKT Polresta Padang, Ipda Jennedi mengatakan, saat mendatangi lokasi langsung memberi police line di sekitar lokasi kebakaran agar tidak terjadi yang tidak diinginkan, setelah itu tim Identifikasi juga melakukan pemeriksaan. Petugas pun langsung mencari informasi data dan mensterilkan lokasi kebakaran.

“Kita amankan TKP dan setelah itu mencari informasi tentang pemilik serta penyebab kebakaran, setelah itu baru dilakukan identifikasi,” katanya.

Loading...
  • Whatsapp

Pos terkait