Dicabuli Pria Bejat, Siswi SD di Agam “Shock”

  • Whatsapp
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Makin gila sepertinya tindakan asusila di Sumatera Barat. Setelah kasus siswi MTs di Kenagarian Guguak, Kabupaten 50 Kota yang sempat menghebohkan Sumbar, kali ini kasus serupa pun kembali terjadi.

Aksi perkosaan menimpa seorang pelajar kelas III Sekolah Dasar (SD) di Kayu Bakicuik, Jorong Gumarang I, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

Kejadian yang terjadi pada Mimi (13)- nama samaran terjadi pada 16 April lalu. Namun, semenjak dibuat laporan hingga sekarang, penanganan kasusnya tidak berjalan sebagaimana semestinya. Pelaku yang diketahui berinisial RK (2) sampai saat ini juga masih belum tertangkap.

“Kami dari pihak keluarga memang tidak terima dengan kejadian ini pak, sudah lewat dua bulan, proses hukum untuk kasus perkosaan terhadap adik saya juga tidak ada perkembangannya,” ujar A, kakak ketiga korban saat mengadukan nasibnya ke kantor Gubernur Sumbar, Selasa (10/6) siang.

Menurutnya, kejadian yang tragis itu bermula saat sang adik hendak menyabit rumput sepulang sekolah. Kemudian, Mimi pun bermain ayunan dibelakang rumahnya sembari menunggu adik yang terkecil yakni DM (11) yang juga ikut membantu Mimi menyabit rumput.

Saat itulah, datang pelaku RK yang dan langsung menyambar sabit milik Minol yang kemudian langsung berlari kearah semak-semak yang ada di sekitar lokasi. Kaget sabitnya diambil, Minol pun mengejar RK kedalam semak dan tidak menduga akan menjadi korban perkosaan.

Merasa aksinya tidak akan diketahui, RK langsung memegangi Minol sekuat tenaga dan berusaha membuka celana. Minol yang merasa tidak senang pun berusaha berontak dan bahkan berteriak, tapi karena kuatnya tenaga RK, bocah malang itu tidak berdaya.

“Teriakan Minol terdengar oleh DM dan berusaha mencari arah suara kedalam semak. Ternyata, DM mendapati RK tengah memasang celana dan langsung mengancam adik keenam saya itu pak,” jelasnya.

Takut akan dibunuh, DM pun lari kedalam rumah dan langsung memberitahukan kejadian yang menimpa kakaknya itu kepada sang ayah. “Kami langsung melapor sore itu dan berharap pelaku ini bisa ditangkap secepatnya, tapi hingga sekarang, tidak ada perkembangan kasus tersebut,” tuturnya.

Menurut A, saat ini adik kelimanya terus ketakutan dan tampak shock apabila melihat lelaki. Sekolahnya pun jadi terkorban karena dia malu bertemu dengan teman-temannya. “Makanya saya datang ke Padang dan berharap proses hukum terhadap kasus yang menimpa adik saya ini diproses secepatnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Barat, AKBP Syamsi menyebutkan, belum mendapatkan laporan terkait kasus tersebut. Tetapi, pihaknya berjanji akan menelusuri kasus itu dan mencari informasi tersebut kepada pihak Polres setempat.

“Kita masih belum mendapatkan informasi jelas tentang hal tersebut, namun kita akan melakukan penyelidikan terhadap kasus ini, sabar ya, nanti kalau dapat infonya akan kita bagi,” jelasnya.

Terpisah, Koordinator WCC Nurani Perempuan, Yefri Heriani mengatakan, akan mempelajari kasus yang menimpa pelajar SD tersebut. Selain itu, Nurani Perempuan menyebut akan membantu dalam mengiring proses hukumnya dan mendampinginya.

“Kita pelajari dulu kasusnya dan setelah itu kita akan damping perkembangannya, karena mereka agak sedikit buta dengan proses hukum,” jelasnya.

Loading...
  • Whatsapp

Pos terkait