Derita Balita Tanpa Tenggorokan

Azizah Ramadhani bersama sang ibu, Ria di Rumah Sakit M. Djamil Padang. FOTO/GS/RED
Azizah Ramadhani bersama sang ibu, Ria di Rumah Sakit M. Djamil Padang. FOTO/GS/RED
Azizah Ramadhani bersama sang ibu, Ria di Rumah Sakit M. Djamil Padang. FOTO/GS/RED

Sungguh malang nasib Azizah Ramadhani, balita yang masih berusia sekitar 2 tahun ini harus mengalami kesakitan karena tidak memiliki tenggorokan. Karena itulah, setiap kali dia makan, selalu keluar air liur dan makanan berupa bubur yang baru saja disantapnya dari tenggorokannya.

Azizah merupakan penderita penyakit Astresia Osefagus. “Apa saja yang dimakan pasti keluar lagi dari lehernya, tidak pernah sampai ke lambungnya,” jelas Ria Suryani, ibu Azizah saat ditemui di Rumah Sakit (RS) M. Djamil Kota Padang, Jumat (14/2).

Bacaan Lainnya

Dokter pun memberikannya semacam Thoracostomy, yaitu membuatkan selang injeksi pada bagian perut yang berfungsi untuk memasukkan makanan ke lambung. Namun, hal ini tetap saja membuat balita malang itu merasa kesakitan.

“Dia mengalami itu sejak lahir dan sempat dioperasi pada umur 6 hari sampai sekarang,” katanya.

Thoracostomy yang terletak dibagian perutnya itu pun harus dibuka sebulan sekali untuk dibersihkan. “Sejauh ini dia tidak merasakan sakit, hanya saja dia harus membuka slang yang ada di perut itu sebulan sekali,” jelasnya.

Seharinya, sang suami Wandi hanya cukup menghidupi keluarganya, terkadang juga tidak cukup. Beruntungnya, keluarga Azizah ini sudah memiliki Jamkesda yang membuat biaya operasi terasa tidak terbebani.

“Sehari itu suami saya kadang bawa uang kadang tidak, tapi sekarang si sulung sudah sakit lagi, saya bingung pak, tapi untung saja biaya operasi aman karena saya ada Jamkesda,” lanjutnya.

Suaminya dan Ria hanya berharap sang buah hati mereka dapat menjadi balita normal pada umumnya. Tak terpikirkan oleh dirinya bahwa sang anak harus menahan kesakitan diumur yang masih kecil.

“Saya hanya ingin Azizah itu sembuh kembali seperti anak balita umum lainnya, semoga tuhan memberikan kita ketabahan,” harap sang suami, Wandi.

Rencananya, Azizah akan dioperasi kembali di RS M. Djamil Kota Padang pekan depan. “Untuk biaya operasi, Azizah sudah terbantu oleh program JKN karena menggunakan Jamkesda, tapi yang mereka khawatirkan adalah biaya sehari-hari di rumah sakit,” kata Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RS M. Djamil Padang, Gustianof diruangannya.

Rumah Sakit sendiri telah membentuk tim dokter yang berjumlah dua orang untuk menangani operasi Azizah. Dalam bidang kedokteran, penyakit yang diderita Azizah disebut dengan Atresia esoofagus, yakni esophagus (kerongkongan) yang tidak terbentuk secara sempurna.

Pada atresia esophagus, kerongkongan menyempit atau buntu dan tidak tersambung dengan lambung. Kebanyakan Bayi yang menderita atresia esophagus juga memiliki fistula trakeoesofagea atau suatu hubungan abnormal antara kerongkongan dan trakea atau pipa udara. [GS/ED*WN]

 

Loading...

Pos terkait

DomaiNesia