Demo IAIN Menuntut Transparansi Rektor

  • Whatsapp

DSC01219KAMPUS – Aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang yang menuntut Rektornya di IAIN Imam Bonjol Padang, Kamis (7/11) pagi juga menuntut transparansi pihak kampus terkait masalah anggaran serta sarana kampus.

Mahasiswa menilai Makmur Syarif Rektor IAIN Imam Bonjol tidak transparan dalam mengelola anggaran yang seharusnya harus diketahui sepenuhnya oleh mahasiswa. “Rektor tidak transparan dalam menyampaikan persoalan maupun anggaran yang lari tidak jelas, serta tak ada realisasinya” ungkap juru aksi saat ditanyai oleh wartawan di Kampus IAIN Imam Bonjol, pagi.

Bacaan Lainnya

Ditambahkannya, mahasiswa juga menuntut perihal sarana pra-sarana kampus yang sampai saat ini belum ada kejelasannya. “Mana sarana yang telah dijanjikan itu, tidak pernah ada hasil finalnya, kami cuma disuruh menunggu terus”tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Makmur Syarif selaku Rektor IAIN menjelaskan secara rinci kepada mahasiswa terkait tuntutan yang ditujukan kepada dirinya. “Kami selalu merealisasikan yang telah ada, tapi ada beberapa kendala dan seharusnya kita juga bisa mengerti, karena ini bukan sepenuhnya kesalahan pihak kampus”ujarnya.

Lanjutnya, Makmur juga menjelaskan mengenai kendala yang terjadi, salah satunya mengenai anggaran dana pada proyek pembangkit listrik yang bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pihaknya telah meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk merealisasikan dana tersebut pada pertengah tahun ini, tetapi nyatanya akan dikeluarkan pada akhir tahun 2013.

“Iya kita ada beberapa kendala, dan kita sedang menanganinya, contoh saja proyek gardu listrik yang masih belum selesai, karena itu merupakan anggaran dari BNPB Pusat jadi harus ada persetujuannya oleh DPR. Kita sudah minta untuk dipercepat, tapi ternyata bisanya akhir tahun ini”ungkapnya usai unjuk rasa kepada wartawan.

Sementara, terkait pungutan mahasiswa sekitar 500 ribuan yang dihitung setiap semester untuk bus operasional, pihaknya berjanji akan menghapuskan hal tersebut. “Untuk tuntutan mahasiswa yang lainnya seperti pungutan itu akan dihapuskan”tuturnya.

Loading...

Pos terkait