Demi Sang Pacar Rela Lakukan Apapun

  • Whatsapp
Wanita yang tertangkap di Mako Pol PP Padang. FOTO/GS
Wanita yang tertangkap di Mako Pol PP Padang. FOTO/GS
Wanita yang tertangkap di Mako Pol PP Padang. FOTO/GS

Hanya karena ingin menebus dosa kepada sang pujaan hati, seorang wanita asal Cirebon rela melakukan apa saja untuk pacarnya, termasuk hubungan layaknya suami istri.

Tapi, saat keduanya baru saja selesai melakukan perbuatan tersebut, mereka sudah digrebek warga di sebuah kost-an yang ada di kawasan Lolong Belanti, Kecamatan Padang Utara dan digelandang ke Mako Pol PP Kota Padang, Sabtu (7/6) malam.

Dengan berurai airmata, LD (26) berusaha membujuk penyidik Satpol PP Kota Padang untuk tidak mengirimnya ke Panti Rehabilitasi Sukarami, Kabupaten Solok. Wanita ini mengakui semua perbuatannya dengan sang pacar, tapi semua itu hanya sebatas menebus dosa karena dia sudah mengkhianati sang pacar, EK (25).

“Saya memang bersalah sama dia pak, saat berpacaran dengan dia, saya pernah melakukan hubungan yang sama dengan lelaki lain. Makanya kami ribut,” ucap LD kepada POSMETRO.

Akibat ribut itulah, LD pun berusaha meminta maaf kepada EK dengan cara apapun. Akhirnya, EK pun luluh dan menyuruh sang pacar yang tinggal di Batam itu pulang bersamanya ke Padang. Dan merekapun menumpang tidur di rumah saudara EK yang ada di kawasan Lolong Belanti.

“Malam itu saya terus meminta maaf kepada dia pak, hingga akhirnya berakhir dengan hubungan itu,” jelas LD.

Ternyata, baru saja keduanya berpakaian dan hendak tidur, puluhan warga langsung menggerebek dua sejoli itu. Saat ditanyai warga, keduanya mengaku sudah menikah, namun ketika diminta surat nikah, mereka mengaku tidak membawa dan tertinggal di Batam.

“Kami ditangkap malam itu oleh warga sekitar pak, dan dilaporkan ke Satpol PP. Padahal sebelumnya saya sudah mengingatkan dia, tapi dia tetap saja memaksa saya untuk melakukan itu,” ungkap LD.

Saat diinterogasi petugas, LD pun mengaku kalau sebenarnya mereka bukanlah pasangan suami istri, tapi hanya pasangan kumpul kebo. Sejak di Batam, keduanya pun sudah tinggal bersama dan bahkan sudah memiliki anak walaupun sudah meninggal saat dilahirkan.

“Saya tahu saya salah pak, semua itu terjadi juga karena saya hanya semata ingin menebus dosa kepada pacar saya itu pak,” tukasnya.

Selain itu, LD juga mengaku, pernah menjadi PSK Middle Class dengan tarif Rp 600 ribu hingga Rp 1,5 juta. Itu dilakukannya saat masih di Cirebon dan hanya melayani om-om yang mempunyai uang banyak. “Namun, sejak kenal EK, saya hanya melakukan dengan dia pak, saya tidak pernah jual diri lagi,” tuturnya.

Kakan Pol PP Kota Padang, Andree Algamar melalui Kasi Trantib, Amrizal Rengganis membenarkan tentang penangkapan tersebut. Tidak hanya LD dan EK, tapi ada satu pasang lagi yang berhasil diamankan karena menurut warga mereka bertamu sudah larut malam.

Sepasang ditangkap warga didalam kamar saat tengah tidur berdua dan mengaku pasangan suami istri. Tapi, mereka tidak mampu menunjukkan surat nikahnya. Sedangkan sepasang lagi ditangkap di luar kost-an dan bertamu pada larut malam.

“Kedua pasangan itu sudah kami interogasi dan disuruh membuat perjanjian dengan diketahui oleh pihak keluarga masing-masing,” jelas Rengganis.

Ditambahkannya, untuk LD, petugas Satpol PP pun memberikan kelonggaran karena keduanya berjanji akan langsung menikah dan menemui orangtua masing-masing setelah dilepaskan. “Kita masih beri LD dan EK ini kesempatan karena mereka bilang memang akan menikah juga,” kata Rengganis.

Loading...
  • Whatsapp

Pos terkait