Demi Bayar Uang Sekolah Anak, Ibu Ini Mencuri

Ilustrasi.

 

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Desakan ekonomi yang harus membayar iuran sekolah sang anak, seorang ibu rumah tangga (IRT), Bariyanti (39) diduga melakukan aksi pencurian dirumah tetangganya di kawasan Kampung Nias, Kota Padang.

Bacaan Lainnya

Alhasil, jajaran Polsekta Padang Selatan langsung menangkap IRT itu dirumahnya, Senin (10/2) setelah menerima laporan dari tetangga tersebut. Pelaku diduga mencuri satu unit Handphone seluler, dan uang senilai Rp. 30 juta.

Penangkapan itu bermula atas laporan tetangga korban, E yang mengaku menjadi korban pelaku. “Hanya berselang tiga jam dari laporan korban, pelaku berhasil dibekuk, karena menurut penuturan korban saat melapor, dia sempat melihat pelaku ini keluar dari rumahnya saat dia sedang diluar,” kata Kapolsekta Padang Selatan, Kompol Sukirman, Selasa (11/2) pagi.

Polisi pun sempat melakukan pengintaian untuk melihat gerak-gerik pelaku yang bersembunyi dirumahnya. Selang sekian menit, polisi pun langsung menggerebek rumahnya, dan menemukan satu unit Handphone seluler yang diduga hasil barang curian.

Pelaku yang diketahui seorang Janda beranak tiga itu pun langsung digiring ke kantor Polsekta Padang Selatan. “Kita saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku untuk mengumpulkan barang bukti lainnya,” jelasnya.

Sementara, pelaku sendiri mengaku melakukan aksi itu lantaran terbeban untuk membayar uang sekolah anaknya. Pasalnya, uang yang dia dapat dari profesinya sebagai pegawai salon tidak cukup untuk biaya hidup ketiga anaknya.

“Tidak tahun lagi apa yang harus saya lakukan pak. Saya harus membayar uang sekolah anak saya, sedangkan uang dari pekerjaan saya sendiri hanya cukup untuk makan,” ungkapnya kepada wartawan.

Sosiolog Unand, Azwar mengatakan, faktor utama yang mendasari kejadian tersebut yakni kecemburuan sosial. Sikap ini timbul setelah pelaku berbaur dengan kehidupan yang jauh dari harapannya. Bisa jadi, lingkungan yang ada di sekitar tempat si pelaku ditempati oleh orang yang berduit, sementara pelaku sendiri untuk makan saja susah.

“Selain itu, pelaku juga dihantui perasaan harus bisa menyamai lingkungannya walaupun hal itu tidak mungkin,” jelasnya.

Dalam kasus yang menimpa Bariyanti, jelas terlihat pemahaman yang cepat tanpa memikirkan efek sampingnya. Setidaknya dalam hal ini pelaku harus mampu menempatkan diri dengan lingkungannya. “Pelaku ingin mencari cara cepat, makanya dia melakukan itu. Ini berhubungan dengan kebutuhan wajib yang tidak bisa dipenuhinya,” pungkasnya. [GS]

Loading...

Pos terkait

DomaiNesia