Dari Lampung Ingin Bekerja, Malah Dijadikan PSK

  • Whatsapp
Ilustrasi. FOTO REPUBLIKA
Ilustrasi. FOTO REPUBLIKA

Dua wanita yang diduga Pekerja Seks Komersial (PSK) diamankan warga setelah diketahui kabur dari kafe tempat ia bekerja di kawasan Bukik Lampu, Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sabtu (26/4) malam. Mereka berdua melarikan diri lantaran mengaku diperlakukan tidak wajar ditempatnya bekerja.

Kedua wanita itu sendiri diketahui berinisial R (20) dan S (25) berasal dari Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Mereka datang bekerja di kafe tersebut sejak lima hari lalu.

Berdasarkan pengakuan R, dia bersama rekannya melarikan diri dengan menumpang sebuah truk tangki dan langsung diamankan warga dengan dibawa ke Polresta Padang. Pelariannya itu dilakukan lantara tidak sanggup lagi bekerja yang dinilai tidak mengenal waktu, bahkan korban terkejut lantaran dipekerjakan sebagai PSK.

“Bekerjanya dari awal malam hingga bertemu pagi, bayangkan saja dari pukul 19.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB, siapa yang kuat pak. Selain itu, saya juga tidak pernah diberitahu jika bekerja sebagai PSK,” ungkapnya kepada wartawan di Polresta Padang, Minggu (27/4).

Mereka pun menyebut kerap menjadi korban pelecahan para tamunya hingga ada yang meminta ‘tidur” dengan bayaran sejumlah uang. “Saya tidak tahan lagi dengan keadaan itu pak, makanya saya berusaha melarikan diri, kami hanya ingin pulang ke kampung pak,” katanya.

Ketua RT 03 RW 01, Kelurahan Gates, Kecamatan Lubuk Begalung Novan yang mengantarkan korban ke Polresta mengatakan, korban ditemukan warga dalam keadaan terlihat bingung serta ketakutan setelah diturunkan seorang supir tangki.

“Karena itu kami langsung mengantarkan korban ini ke kantor polisi untuk pengamanan,” ujarnya via telepon.

Novan sendiri menyebut, belum mengetahui apakah korban merupakan korban penipuan atau apa. Namun kabar yang dia dapatkan, korban tersebut diketahui melarikan diri dari salah satu kafe di Bukitlampu. “Saya tidak tahu ia korban penipuan atau apa. Yang jelas kami antar ke kantor polisi karena tempat yang aman ya di kantor polisi,” jelasnya.

Sementara, Kanit Reskrim Polresta Padang, Kompol Iwan Ariyandhi membenarkan terkait kejadian tersebut. Dia menyebut bahwa memang korban diantarkan oleh warga yang merasa iba melihat keduanya terkatung-katung seperti orang kebingungan.

“Dia diantarkan kesini oleh warga, katanya untuk perlindungan hukum, kita juga membantunya untuk pulang kampung,” katanya.

Ia menambahkan, terkait pemilik kafe, pihaknya mengaku akan berkoordinasi dengan pihak Satpol PP Kota Padang. “Kalau masalah kafe kami berkoordinasi dengan Pol PP,” singkatnya.

(Cicigustria)

Loading...
  • Whatsapp

Pos terkait