Caleg Perempuan Harus Unjuk Gigi !

IMG_8974
Dialog Caleg Perempuan. FOTO/HUDA PUTRA

Caleg perempuan saat ini banyak sebagian kalangan menilai hanya sebagai pelengkap adminstrasi saja. Caleg perempuan semestinya harus menunjukkan diri bahwa memiliki kemampuan sebagaimana seorang wakil rakyat. Forum Nurani Perempuan bekerja sama dengan berbagai lembaga menggelar dialog antar caleg perempuan bersama masyarakat.

Dialog strategis ini sendiri bertemakan “Caleg perempuan tanpa korupsi, anti kekerasan, anti diskriminasi serta memperjuangkan kesetaraan dan keadilan”. Terkait tema ini, salah seorang Caleg PKS bernama Elva Zuleni, mengakui bahwa perjuangan seorang caleg perempuan untuk perempuan sangat perlu.

Bacaan Lainnya

Pengamat politik dari Universitas Andalas Charles Simabura berkomentar tentang caleg perempuan di Sumatera Barat, “Memperkenalkan diri dan ikut terlibat dalam berbagai diskusi harus dilakukan. Karena zamannya sekarang, merupakan tantangan bagi caleg perempuan, jika tidak ingin hanya dijadikan pemenuhan kuota 30 persen saja,” kata Charles, Sabtu (1/2) usai menghadiri kegiatan dialog strategis yang diadakan oleh Nurani Perempuan Women Crisis Center di auditorium Adityawarman.

Dirinya mencontohkan diskriminasi yang terjadi di bidang pendidikan, baik itu kepada orang yang dianggap kurang mampu atau kepada perempuan sendiri.

“Karena tidak ada biaya, orang tua meminta anaknya tidak sekolah dulu. Menurutnya biaya sekolah terlalu mahal. Dan tak jarang di masyarakat kita, perempuan lah yang dikorban untuk tidak melanjutkan pendidikan. Sementara laki-laki diusahakan agar pendidikannya tetap berjalan,” ujarnya.

IMG_8985Sementara itu, Direktur Nurani Peremuan Women Crisis Center Yefri Heriani mengatakan, kegiatan dialog ini bertujuan utnuk meningkatkan kapasitas seorang caleg perempuan agar dikenal oleh masyarakat. Hal ini juga untuk mencegah transaksi politik negatif yang seringkali terjadi di tengah masyarakat.

“Ini bisa disebut  kursus bagi caleg perempuan. Mereka bisa memperkenalkan diri dan latar belakangnya kepada calon pemilih. Kita pertemukan mereka. Kami sendiri menyadari caleg perempuan, selama ini hanya diperlukan untuk pemenuhan kuota,” ucap Yefri.

Tidak hanya itu, Yefri juga menilai, caleg perempuan pun tidak jarang terlibat dalam transaksi politik yang negatif. Kemudian, caleg perempuan pun lebih sering tampil karena kekuatan kapital mereka dan sosial kapitalnya. Menurut Yefri, ini perlu diperbaiki untuk 250 caleg perempuan yang siap berlaga di 9 April mendatang.

Dialog yang mempertemukan antara caleg perempuan dan pemilihnya ini dilaksanakan di lima daerah di Sumatera Barat. Setelah digelar di Padang, mendatangkan sekitar 40 orang caleg perempuan, akan dilanjutkan pada Kabupaten Padang Pariaman, Kota Bukittinggi, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Limapuluh Kota.

Reporter : Huda Putra

Loading...

Pos terkait

DomaiNesia