Caleg Gagal Disarankan Baca Buku Ini Agar Tidak Masuk RSJ

Gedung KPU RI. Foto : Istimewa

konflik-pemilu-bisa-terjadi-karena-ketidakbecusan-kpuPemilu Legislatif 9 April 2014 kian dekat. Para calon anggota legislatif (Caleg) DPR, DPD, dan DPRD melakukan berbagai cara agar terpilih menjadi anggota Dewan.

Sama seperti Pemilu sebelumnya biasanya banyak dari para Caleg yang gagal terpilih jadi anggota Dewan masuk rumah sakit jiwa (RSJ) karena tidak mampu menanggung beban mental dari kegagalannya.

Bacaan Lainnya

Untuk itu,  Anggota DPR RI dari Golkar Bambang Soesatyomenawarkan tips ringan bagi para Caleg gagal.

“Caleg gagal bisa baca buku saya yang terbaru ini. Daripada pusing nanti masuk rumah sakit jiwa lebih baik baca buku ini,” kata Bambang ketika meluncurkan buku terbarunya berjudul ‘5 Kiat Praktis Menjadi Pengusaha Nomor 1’ di gedung DPR RI Jakarta, Rabu (29/1/2014).

Bambang Soesatuo memang dikenal sebagai pengusaha yang memulai bisnisnya dari bawah hingga menjadi besar seperti sekarang ini. Dia pernah menjabat wakil ketua umum Kadin Indonesia.

Untuk urusan Caleg DPR, Bambang mengaku lima kali jadi Caleg DPR hingga kemudian bisa terpilih menjadi anggota Dewan pada Pemilu 2009 lalu.

“Jadi kalau gagal jadi anggota Dewan mungkin Allah SWT punya jalan lain untuk kawan-kawan. Berbisnislah, siapa tahu lima tahun depan modal dari bisnisnya banyak bisa dipakai ikut pemilu,” katanya.

Buku yang diluncurkan Bambang memang buku bacaan ringan dan lugas berisi pengalamannya jadi pengusaha. Sukses jadi pengusaha membuat dia mencoba memilih jadi anggota Dewan.

Menurutnya, ketika tahapan kehidupan pokok, primer itu sudah terpenuhi, maka seseorang akan memasuki tahapan pengabdian pada masyarakat. Namun, tak seorang pun katanya, yang bisa memprediksi apalagi mendesain masa depan kehidupannya sendiri, kecuali yang Maha Kuasa.

“Untuk itu, kalaupun gagal menjadi caleg, tak usah khawatir untuk terus berusaha menjadi pengusaha, dan kemudian terjun ke politik lagi. Jadi, jatuh bangun itu biasa,” ujarnya.

Dan, perlu digarisbawahi kata Bambang, bahwa yang dimaksud pengusaha nomor 1 itu bukan dengan pendapatan kekayaan mencapai triliunan rupiah, melainkan suatu usaha yang dilakukan dengan benar, halal, tidak melanggar hukum, dan tidak menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.

“Bahkan saya membangun usaha ini dengan proposal, modal utang ke bank dengan jaminan orang-orang yang saya anggap bisa menjamin,” ujarnya.

Hadir dalam peluncuran buku tersebut antara lain Haryadi B.Sukamdani (Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia/Mantan Ketua Umum Hipmi), Erick MS Hidayat (Ketua Hipmi/Kadin), Chandra Tirtawijaya (anggota DPR-PAN/Pengusaha), Adi B. Soeryo (Anggota DPR-PDIP/Pengusaha) dan lain-lain.

Haryadi menceritakan jika perjalanan Bambang itu cukup unik. Mengapa? Kalau dirinya sebagai pengusaha, yang dipertaruhkan adalah kepercayaan masyarakat (trust), dan karenanya ucapan harus sesuai dengan perilaku usaha sehari-hari, agar usahanya terus berkembang dengan baik. Namun, beda halnya dengan politisi.

“Politisi pagi bisa bilang tempe, dan sorenya menyebut tahu. Itu masya Allah, saya pasti tidak cocok. Karena itu, saya tak cocok menjadi politisi, karena harus jujur pada rakyat. Namun Bambang bisa melakukan itu. Bahkan sampai vokal dalam kasus skandal bank century, dan bisnis-politisinya tetap berjalan. Kalau saya dulu vokal, wah pasti banyak ancaman,” ujarnya.

(TribunNews)

Loading...

Pos terkait