Tanah Bersengketa Berujung Bentrok

  • Whatsapp

Ilustrasi

PERISTIWA – Sejumlah pemuda terlibat baku hantam saat memperebutkan lahan sengketa di Jalan Bypass KM 8 Kampung Lalang Kuranji Kota Padang, Selasa (18/11) siang. Alhasil, salah seorang pemuda menjadi sasaran hingga terkena pukulan serta sabetan senjata tajam.

Bacaan Lainnya

Awalnya, baku hantam terjadi saat beberapa pemuda dari pihak Zubir Rajo Diguci mengerjakan pembuatan pagar untuk membatasi tanah milik mereka yang diklaim oleh Syafrizal cs. Tetapi, saat tengah bekerja datang adek cs dari seberang jalan yang merupakan anak kemenakan (Keponakan) dari Syafrizal.

Langsung saja, pemuda yang membawa sebuah balok menghantam seorang pemuda tepat pada bagian kepalanya. “Tadi saat asik bekerja, tiba-tiba ada sekelompok pemuda menyerang, dan satu orang dari kita terkena pukulan dari balok yang dipegangnya itu” ungkap Syamsir, adik Zubir Rajo Diguci di lokasi kejadian.

Kejadian tersebut berlangsung sangat cepat, membuat emosi pihak Syamsir membara, dan terjadi aksi saling lempar antar kedua belah pihak. Tetapi beruntung, kepolisian yang datang cukup cepat dapat meredam pertikaian antara kedua pihak tersebut.

Pemuda tersebut lantas langsung dibawa ke Rumah Sakit Semen Padang guna memberikan pertolongan kepada kepala korban.

Kompol. Masrial Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kuranji Padang membenarkan hal tersebut, dan akan memburu para pelaku yang menjadi pemicu kericuhan berdasarkan laporan dari keluarga korban.

“Sementara, kita akan amankan dulu daerah ini, dan kita juga akan buru para pelaku serta menindak lanjuti laporan keluarga korban” katanya saat berada di lokasi kejadian, tadi siang.

Ditambahkannya, sengketa tanah yang membawa dua pihak ini telah terjadi semenjak tahun 2013 silam. Tanah tersebut dimiliki oleh Zubir cs, tetapi diklaim oleh Syafrizal cs yang menyatakan bahwa tanah itu merupakan miliknya tanpa ada keterangan hukum maupun surat tertulis dari pengadilan.

“Pasti kita buru pelakunya dan ditangkap, masalah ini sudah terjadi tahun 2012 lalu, sementara kita fokuskan kepada kasus penganiayaannya dulu”tutupnya.

 

Loading...

Pos terkait