Berkat PPIA, Enam Bayi Terselematkan dari HIV/AIDS

  • Whatsapp
Bayi
Bayi
Bayi

Enam bayi yang lahir dari ibu penderita HIV/AIDS di Rumah Sakit (RS) M. Djamil Padang berhasil diselamatkan dari penyakit mematikan tersebut. Bayi kecil itu dinyatakan negatif (tidak tertular) HIV/AIDS karena selama proses hamil sang ibu mengikuti program PPIA (Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak).

“Rata-rata bayi itu lahir melalui proses caesar,” kata Konselor HIV/AIDS RSUP M Djamil Padang, Katherina Welong diruangannya, Kamis (6/2) pagi.

Bacaan Lainnya

Ditambahkannya, ada tiga faktor utama penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak, yakni faktor ibu, faktor bayi dan anak serta faktor tindakan obstetrik.

”Penularan HIV dari ibu ke anak pada umumnya terjadi saat menyusui dan resiko penularan HIV dari ibu ke anak selama masa kehamilan, melahirkan dan saat menyusui berkisar antara 20 persen hingga 40 persen, dapat ditekan menjadi 2 persen hingga 5 persen, melalui program PPIA ini,” jelasnya.

Program PPIA di RS M. Djamil Padang sendiri telah berlangsung semenjak tahun 2007 lalu. Selama itulah, para ibu hamil penderita HIV/AIDS dapat mengikuti program bermanfaat ini agar virus mematikan itu tidak terlular.

”Karena itu ODHA perempuan disarankan untuk mengatur kehamilannya dan mendapat akses layanan yang menyediakan sarana kontrasepsi yang aman dan efektif, untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan,” sebut Welong.

Selain itu, berdasarkan catatan konselor HIV/AIDS di RS M. Djamil Padang saat ini terdapat delapan anak yang terjangkit virus tersebut. Bahkan, dua diantaranya tidak lagi memiliki orang tua, sebab kedua orang tuanya telah meninggal dunia karena mengidap HIV/AIDS.

“Usia anak yang terjangkit HIV/AIDS tersebut paling besar saat ini umur 10 tahun, sedangkan terkecil umur 13 bulan,” tuturnya.

Dikatakan, Welong, para anak yang positif terjangkit virus tersebut dapat berumur panjang asalkan menjalankan pola hidup bersih dan sehat. “Mereka juga harus rutin mengkonsumsi ARV seumur hidup,” katanya.

Sementara, data Kementerian Kesehatan menunjukkan ada sekitar 0,2 persen dari jumlah penduduk Indonesia merupakan penderita HIV/AIDS. Saat ini, kasus HIV/AIDS berdasarkan kasus seorangan terbanyak di Pulau Jawa.

Loading...

Pos terkait