Berinfak Uang Palsu, Pria Ini Tertangkap Basah

Ilustrasi.

ILUSTRASI UANGSeorang pria berstatus Sarjana Pendidikan tertangkap tangan tengah berinfak dan menukarkan uang palsu dengan sejumlah uang yang ada pada kotak amal Mesjid Al-Ikhlas, Dadok Tunggul Hitam, Kototangah, Padang, Jumat (3/1) tadi siang.

Aksinya itu dilakukan saat khutbah Jum’at berlangsung, dan terpergoki jemaah yang berada di dekatnya. Akibatnya, pria yang bernama Ilham (30) itu sempat dihajar oleh jemaah Mesjid beserta warga sekitar.

Bacaan Lainnya

Menurut keterangan garin Mesjid, Zaki menyebutkan, tertangkapnya Ilham bermula atas kecurigaan salah seorang jemaah Mesjid yang duduk berdamping disebelahnya. Jemaah itu curiga saat pelaku selalu memasukkan uang Rp. 100 ribu pada setiap kotak amal, dan mengambil kembaliannya pada setiap kotak amal yang ada.

“Di Mesjid itu ada 3 kotak amal, setiap kotak waktu itu dia masukkan uang Rp. 100 ribu, dan mengambil kembaliannya,” katanya usai kejadian saat ditemui di Mesjid tersebut.

Lantas, jemaah yang sudah curiga itu langsung memberitahukannya kepada jemaah lain, hingga pengurus Mesjid. Jemaah pun berinisiatif dengan menyuruh pelaku shalat pada saf bagian depan, sedangkan jemaah lain menunggu pada bagian belakang serta didekat pintu keluar.

“Kita suruh dia di bagian saf depan, lalu kami tunggu pelaku di bagian belakang dan pintu. Iya, kita laksanakan shalat terlebih dahulu, dan membiarkannya shalat, setelah itu baru kita amankan,” ungkapnya.

Sementara, Bendahara Mesjid, Zainal menuturkan, setelah usai shalat dilaksanakan, pengurus Mesjid langsung mengecek uang Rp.100 ribu yang terlihat aneh tersebut. Setelah dilihat beberapa lama, ternyata uang itu memang uang palsu yang sengaja dimasukkan pelaku kedalam kotak amal.

“Setelah kita cek, ternyata itu memang uang palsu. Kita dapatkan tiga lembar uang palsu, semuanya nominal Rp.100 ribu,” tuturnya.

Merasa tak senang dengan perbuatannya, warga yang mengetahui hal itu pun langsung menghajar pelaku. Tetapi beruntung, seorang TNI yang juga ada di lokasi langsung mengamankannya dan membawanya ke Polsek Padang Utara.

Zainal juga menyebutkan, aksi itu telah dilakukannya sebanyak empat kali, tetapi belum pernah tertangkap tangan. Pasalnya, pelaku biasanya lepas maupun keluar saat shalat berlangsung.

“Dia sudah empat kali berbuat seperti itu, tetapi biasanya pelaku pergi saat shalat, dan kali ini baru tertangkap basah,” jelasnya.

Lanjutnya, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kototangah, Kompol Saman Matanari membenarkan penangkapan yang menyeret Sarjana Pendidikan tersebut. Modus yang dilakukannya adalah terbilang baru, berpura-pura berinfak, tetapi dengan uang palsu dan mengambil uang asli.

“Saat ini pelaku sudah kita amankan di Polsekta Kototangah setelah diantarkan oleh petugas dari Polsekta Padang Utara. Barang buktinya juga berhasil diamankan, yakni tiga lembar uang palsu Rp.100 ribu, dan uang infak Rp.300 ribu,” katanya.

Pelaku mengaku baru setahun lulus dari salah satu Universitas Negeri di Kota Padang, dan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan. “Profesinya itu tukang ojek, karena tidak kunjung mendapat pekerjaan,” katanya.

Saat diperiksa pun, pelaku mengakui perbuatannya itu. Hal itu dilakukannya, lantaran sang istri tengah hamil anak pertamanya, tetapi hasil dari mengojeknya hanya dapat untuk kebutuhan sehari-hari saja.

“Saya tak tahu harus berbuat apa lagi pak, karena istri saya hamil pak. Saya sangat menyesal atas perbuatan ini pak,” katanya kepada polisi.

Ilham harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan terancam akan terkena pasal berlapis yakni, pasal peredaran uang palsu dan pencurian. (Gs/Ed*WN)

Loading...

Pos terkait