Akhir Tahun, Okupansi Hotel di Sumbar Meningkat Lebih Cepat

Ilustrasi kamar hotel
Ilustrasi. Kamar Grand Inna Muara Hotel Padang. Foto : Internet
Ilustrasi kamar hotel
Ilustrasi. Kamar Grand Inna Muara Hotel Padang. Foto : Internet

Peningkatan hunian kamar Hotel di Sumatera Barat mengalami peningkatan sebelum prediksi waktu yang ditentukan. Peningkatan sendiri sudah dimulai semenjak 2 minggu belakangan dipengaruhi oleh faktor penunjang, adanya kegiatan yang cukup besar.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Barat, Maulana Yusran menyebutkan, jika peningkatan ini dipengaruhi oleh faktor penunjang. Faktor ini berupa kegiatan besar seperti Gebu Minang dan Bela Negara beberapa waktu lalu.

Baca Juga

“Seharusnya kan prediksi kita mulai tanggal 24 Desember ada peningkatan, tapi ternyata dua minggu belakangan okupansinya meningkat lebih cepat. Ini karena faktor kegiatan penunjang tersebut, yang mendatangkan banyak tamu dari luar Sumatera Barat,” katanya di Padang, Jumat (23/12).

Lanjut Maulana, peningkatan saat ini sudah pada angka 20 hingga 30 persen dari hari biasanya. PHRI sendiri memprediksi peningkatkan akan terus terjadi hingga 1 Januari mendatang.

“Untuk pastinya kita belum bisa lihat sekarang, bulan Januari baru kita dapatkan datanya. Tapi, kita prediksi tahun ini lebih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya.

Untuk peningkatan harga kamar Hotel sendiri, disebut Maulana sebenarnya tidak ada. Namun, kebijakan masing-masing Hotel yang menentukan hal tersebut. Dimana, ada sejumlah Hotel yang menetapkan Surcharge (penambahan) yang bervariasi mulai dari 25 hingga 50 persen.

“Surcharge ini biasa dilakukan, terutama pada waktu kondisi ramai tamu meningkat. Biasanya yang menetapkan Hotel berbintang tiga keatas,” jelasnya.

Adanya peningkatan harga pada waktu akhir tahun, dikatakan Maulana, karena banyak Hotel yang melakukan lock (penguncian) harga. Penguncian ini dilakukan dengan mengganti harga kamar Hotel dengan paket bundling.

“Misalnya, Hotel membuat paket bundling dengan menginap 2 atau 3 malam, tapi tidak bisa hanya 1 malam,” sebutnya.

Namun demikian, Maulana mengimbau agar pihak Hotel tetap mengutamakan pelayanan walau dalam keadaan okupansi yang tinggi jelang akhir tahun.

“Pelayanan adalah kewajiban pihak Hotel, pastinya berbeda dengan hari biasa, karyawan lebih mudah mengerjakan, namun saat sekarang pasti cukup melelahkan. Walau begitu, kita mengimbau pihak Hotel untuk tetap melakukan pelayanan ekstra untuk hasil yang memuaskan,” katanya.

Loading...

Rekomendasi

DomaiNesia