4 Korban Ledakan Tambang Masih Belum Ditemukan

Lokasi tambang batu bara yang runtuh di Ombilin, Kota Sawahlunto. FOTO/DEDEN
Lokasi tambang batu bara yang runtuh di Ombilin, Kota Sawahlunto. FOTO/DEDEN
Lokasi tambang batu bara yang runtuh di Ombilin, Kota Sawahlunto. FOTO/DEDEN

Ledakan tambang batubara terjadi di Ngalau Cigak, Kota Sawahlunto pada Jumat (24/1) sekitar pukul 11.00 WIB. Empat korban yang diduga masih terjebak hingga saat ini masih belum dapat ditemukan.

Pertambangan batubara yang meledak tersebut diketahui berada di lokasi Kuasa Penambangan (KP) milik PT Dasrat Sarana Arang Sejati yang digarap oleh PT Miyor.

Baca Juga

Kepala Bidang (Kabid) Pertambangan Pemko Sawahlunto, Ari Wibawa menuturkan, diduga tambang itu meledak karena adanya gas metan. Bahkan, pada Juni 2009 lalu, tambang batu bara tersebut juga pernah meledak hingga menyebabkan sekitar 34 penambang tewas.

“Ini adalah musibah, kita tidak memastikan secara jelas, namun kemungkinan besar ledakan itu dipicu dari gas metan yang ada didalam tambang,” katanya saat dihubungi via seluler, Sabtu (25/1) pagi.

Sebelumnya, mantan Gubernur Sumatera Barat, Gamawan Fauzi pernah melarang penambang di tujuh dari 13 lubang tambang batubara di Bukit Bual, Kota Sawahlunto lantaran bermasalah. Larangan itu diketahui setelah tim dari Dinas Pertambangan Kota Sawahlunto bersama Balai Diklat Kementerian Pertambangan RI melakukan penelitian pasca tambang batubara yang meledak pada tahun 2009 silam.

Tambang dalam yang meledak ini diketahui milik Kuasa Penambangan, H. Erneldi yang merupakan Direktur dari PT Dasrat Sarana Arang Sejati. Dia pernah diperiksa polisi terkait meledaknya tambang itu pada 16 Juni 2009. Sementara, Direktur CV Perdana, Agustar yang bertugas mengoperasikan tambang itu sudah divonis satu tahun penjara oleh pengadilan.

Berdasarkan informasi, hingga saat ini keempat korban yang diduga masih terjebak masih belum ditemukan. “Tim gabungan pun telah mengupayakan penambahan mesin blower untuk menambah oksigen di dalam. Mesin blower yang telah didatangkan merupakan milik BPBD Sawahlunto dan PT BA Ombilin,” tutupnya.

REP

Loading...

Rekomendasi

DomaiNesia