13 Korban Kapal Karam Dirawat di RS M Djamil Padang

  • Whatsapp
Lokasi karamnya kapal bagan nelayan di Perairan Pulau Pini. Foto : Ikhwan
Lokasi karamnya kapal bagan nelayan di Perairan Pulau Pini. Foto : Ikhwan
Lokasi karamnya kapal bagan nelayan di Perairan Pulau Pini. Foto : Ikhwan

Akhirnya, 13 dari 17 nelayan hanyut tenggelam di Perairan Pulau Pini mendapatkan perawatan di Rumah Sakit (RS) M. Djamil Kota Padang. 13 korban tersebut tiba di Rumah Sakit sekitar pukul 13.00 WIB bersama tim SAR Padang, Rabu (25/6).

Terlihat, Kamis (26/6) kondisi dari 13 korban mulai berangsur membaik. Adapun ke-13 korban diketahui bernama Munjur Panjaitan (40)-Kapten Kapal, Sahab (51), Kasman (30), RIncon (36), Imam (29), Putra (16), Anto (40), Mansur (33), Fredy (31), Acendra (26), Harnad (30), Ed Hutoga (36) dan Kasrudin (34).

Sedangkan, tiga korban lainnya yang diketahui Juan Simatupang, Andre Sitompul masih dirawat di Rumah Sakit yang berada di TuaPejat, Mentawai. Kemudian, satu korban atas nama Tua Panjaitan dikabarkan telah meninggal dunia.

Tim SAR sendiri saat ini masih mencari satu korban lagi yakni Sona Waruhu. Sona merupakan korban terakhir yang sampai saat ini masih belum diketahui keberadaannya.

“Kapal kita waktu itu dihantam badai pak, lalu karam pak. Hingga kami berpisah satu sama lainnya, kita ada yang menyelematkan diri dengan bantuan fiber kapal hingga bantuan datang,” kata Kapten Kapal, Mujur Panjaitan.

Mujur juga mengungkapkan bahwa selama tiga hari dirinya harus tidak makan karena tenggelamnya kapal tersebut. “Kita tiga hari terombang-ambing di laut pak, saya saja tiga hari tidak makan dan minum, bersama teman-teman lain,” katanya.

Loading...
  • Whatsapp

Pos terkait