Walikota Harap Bendungan Koto Pulai Diperbaiki

Korban hanyut ‘Niagara Mini’ ditemukan meninggal dunia. Foto : Syamsir

Walikota Padang Mahyeldi Ansarullah menanggapi terkait korban hanyut yang meninggal dunia di Bendungan Koto Pulai.

Menurutnya, harus ada perbaikan segera pada bendungan tersebut oleh Balai Wilayah Sungai V agar tidak lagi memakan korban jiwa.

“Dengan situasi dan kondisi bendungan seperti itu kita harapkan Balai Wilayah Sungai V segera memperbaikinya. Jika intensitas hujan tinggi tentu akan lebih bahaya lagi, kita berharap segera dilakukan perbaikan,” ujarnya di Padang, Rabu (4/1/2017).

Mahyeldi menjelaskan, jika dari awalnya Pemerintah Kota (Pemko) Padang tidak merekomendasikan lokasi itu sebagai objek wisata. Pasalnya, bendungan itu rusak akibat banjir bandang yang berakibat banyaknya besi dan beton yang membahayakan.

“Kita tidak merekomendasikan bendungan tersebut (sebagai objek wisata) sebagai tempat mandi-mandi maupun untuk kunjungan wisata, nanti kita akan buat larangan di kawasan tersebut,” katanya.

Mahyeldi sendiri juga menyampaikan turut berbelasungkawa atas meninggalnya korban, Aldo (23) yang terseret arus Bendungan Koto Pulai. “Atas nama Pemerintah Kota Padang kami turut berduka cita atas musibah ini, semoga almarhum diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapi cobaan,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban bernama Aldo (23) ditemukan meninggal dunia oleh penambang pasir pada Selasa (3/1/2017) siang. Temuan itu setelah 19 jam pencarian, dimana korban hanyut pertama kalinya pada Bendungan Koto Pulai yang sering disebut sebagai ‘Niagara Mini’, dimana berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi penemuan.

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT