Kabarpadang.com
Mengabarkan Ranah Minang

Wali Murid Demo, Tuntut Kepsek Mundur

demo ibu-ibu di SD 17 Pasa Ambacang (2)Puluhan wali murid di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 17 Pasa Ambacang Padang, Senin (16/12) pagi melakukan aksi unjuk rasa, meminta Kepala Sekolah (kepsek) untuk mundur dari jabatannya. Wali murid menilai kepsek arogan terhadap para siswa beserta guru-guru.

Mereka tampak membawa poster berbunyi “Kepsek harus Mundur” disertai berjalan mengelilingi sekolah itu, tetapi aksi tersebut juga tak menyurutkan para siswa dalam menjalani Proses Belajar Mengajar (PBM).

Salah seorang wali murid, Siti Gando menuturkan, aksi dipicu karena kearoganan sikap kepsek, pasalnya telah memperkerjakan anak Kepsek sebagai tenaga guru honor pada sekolah yang ia pimpin, ditambah dengan dana Bantuan Langsung Sementara Tunai (BLSM) dari bulan Agustus hingga sekarang yang tak kunjung cair.

Selain itu, puluhan yang didominasi oleh ibu-ibu itu sempat terpancing emosi, lantaran sang kepsek mengeluarkan kata-kata yang tidak menyenangkan saat ditanyai perihal anaknya yang menjadi guru honor itu.

”Seorang guru bilangnya tidak mengenakan seperti itu, katanya banyak guru lain, kalau ingin keluar dan tidak senang, keluar saja, kan tidak nyambung pak” sorak Siti.

Tak terhenti, mereka juga menyayangkan pengurusan uang BLSM dari bulan Agustus hingga sekarang tak kunjung cair, termasuk dalam peningkatan sarana dan prasarana sekolah yang dinilai tidak sesuai dengan standar. ”Kami sudah lama menahan-nahan ini, sementara uang sekolah dibayar terus, tapi pelayanan tidak kunjung membaik” jelasnya.

Menyikapi hal tersebut, Kepsek SDN 17 Pasa Ambacang, Ermi mengaku tidak tahu-menahu terhadap permasalahannya, pasalnya pencairan dana BLSM bukan urusannya tetapi UPTD, ia juga mengatakan kepada para wali murid untuk langsung menanyakannya kepada Dinas bersangkutan.

”Tanya saja ke Dinas, saya disini bekerja bukan untuk mengurusi uang seperti itu” ucapnya saat menemui para ibu-ibu.

Pengangkatan sang anak pun untuk mengajar disana setelah melalui beberapa tes dan tidak asal masuk saja. Sementara untuk seorang guru yang diberhentikan karena mengkritik, dia menyebut itu tidak benar dan hanya tuduhan belaka.

”Saya tidak pernah memasukkan anak saya kesekolah ini, dia lulus tes, dan saya juga tidak pernah memecat orang” pungkasnya. (gs/ed*wn)

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT