Usai Gempa Utama, Sumbar Dilanda 19 Kali Gempa Susulan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota PadangPanjang mencatat ada 19 kali gempa susulan yang terjadi setelah adanya gempa utama pada pukul 00.46 WIB, Kamis (11/9) berpusat di 14 Kilomter Barat Data Kabupaten Tanah Datar.

Kepala Data dan Informasi BMKG PadangPanjang, Buha M. Simanjuntak menyebutkan, gempa susulan terjadi sebanyak 19 kali dengan rentan waktu dimulai dari gempa utama hingga pukul 05.07 WIB.

“Gempa susulan itu terjadi dari gempa utama sampai lepas subuh sebanyak 19 kali. Rata-rata kekuatannya itu 5,0 Skala Richter, tetapi intensitasnya lebih kecil daripada gempa utama,” katanya saat dihubungi via seluler.

Buha menyebut, gempa tersebut dirasakan pada daerah Batusangkar dan PadangPanjang dengan intensitas 5 MMI. “Sedangkan untuk daerah Sicincin dan Bukittingi itu 3 sampai 4 MMI. Kemudian, untuk Kota Padang dari 2-3 MMI,” jelasnya.

Ia menjelaskan, gempa tersebut berasal dari Patahan Sumatera. “Gempa tersebut terjadi karena adanya pergerakan pada patahan Sumatera. Memang patahan ini rawan akan gempa, dan termasuk dalam gempat Tektonik,” tuturnya.

Selain itu, berdasarkan BMKG dari pukul 05.08 WIB hingga 13.53 WIB, gempa susulan tidak lagi terjadi pada patahan Sumatera tersebut. “Iya, sampai saat ini Alhamdulillah tidak ada lagi gempa susulan. Kita terus pantau untuk pergerakannya,” katanya.

Sementara itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat lebih waspada dan berhati-hati, terutama yang berada pada sepanjang Patahan Sumatera. “Iya, kita sama-sama ketahui, jika Sumatera Barat dilewati oleh Patahan Eurasia. Jadi, kita hanya mengimbau masyarakat agar waspada,” tuturnya.

Menurutnya, gempa Tektonik tidak dapat diprediksi karena melihat pergerakannya yang tidak menentu. “Kalau gempa Tektonik itu tidak bisa diprediksi, karena pergerakannya itu tidak menentu atau kadang berubah,” tutupnya.

Untuk diketahui, gempa berkekuatan 5,0 Skala Richter berpusat pada 14 Kilometer Barat Daya Tanah Datar melanda Sumatera Barat. Gempa sendiri merupakan gempa tektonik dengan kedalaman 10 Kilometer.

Dikabarkan, akibat gempat itu, sejumlah bangunan yang berada di sekitar lokasi pusat gempat rusak ringan hingga sedang. Sampai saat ini, belum diketahui kerugian maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Loading...

Comment