Toyota Perkenalkan Grand New Avanza dan Veloz

Launching Toyota Grand New Avanza dan Grand New Veloz di Toyota Auto 2000, Khatib Sulaiman, Kota Padang. Foto : Ikhwan

Launching Toyota Grand New Avanza dan Grand New Veloz di Toyota Auto 2000, Khatib Sulaiman, Kota Padang. Foto : Ikhwan

Setelah beberapa hari lalu diperkenalkan di Jakarta, Toyota Auto 2000 Sumatera Barat kali ini juga resmi memperkenalkan varian mobil terbarunya, Grand New Avanza dan Grand New Veloz di Showroom Auto 2000, Khatib Sulaiman, Kota Padang, Jumat (14/8).

Sejumlah keungulan ditawarkan dari dua varian besutan Produsen Otomotif Toyota tersebut. Dari segi desain, kedua varian tampil lebih kokoh dan menawan mengusung konsep terbaru Toyota didukung teknologi mesin dual VVT-i serta fitur keamanan terlengkap dikelasnya.

Branch Manager Auto 2000 Khatib Sulaiman, Nur Irmansyah Tara mengatakan, tak hanya keunggulan pada desain, dua varian MPV ini juga lebih baik pada mesinnya. Dengan mengusung mesin berkekuatan 1.300 cc dan 1.500 cc.

“Untuk desain interior sendiri, Grand New Avanza dipadukan dengan warna abu-abu gelap dan oak yang mampu menimbulkan nuansa berkualitas. Sedangkan, warna abu-abu gelap tetap disematkan pada Grand New Veloz sebagai kendaraan yang lebih Sporty,” katanya kepada wartawan.

Kemudian, dalam memberikan kenyamanan lebih kepada penumpang, bangku ketiga kini terpisah 50 : 50 agar lebih fleksibel untuk memberikan ruang gerak lebih luas.

“Tak tertinggal dalam segi keamanan lebih baik dengan ditambahkannya tiga Point Seatbelt, Headrest yang terpisah dengan penumpang tengah pada baris kedua. Kemudian, Warning Seatbelt, ABS, Side Impact Beam, ISOFIX dan Top Tether Anchor,” jelasnya.

Tara juga menjelaskan, Grand New Avanza dan Veloz juga lebih irit 15 persen dibandingkan pendahulunya. “Ditambah dengan teknologi Eco Driving Indicator yang menambahkan keiritan dari mobil tersebut,” terangnya.

Sementara itu, dengan hadirnya dua varian terbaru tersebut diharapkan dapat mendongkrak penjualan Toyota di Sumatera Barat 15 persen pada tahun 2016.

Komentar