Tinjau Pasar Raya, Wako : 2015, Inpres Rampung

Walikota Padang, Mahyeldi Ansarullah saat meninjau Pasar Inpres, Pasar Raya Kota Padang. Foto : Istimewa
Walikota Padang, Mahyeldi Ansarullah saat meninjau Pasar Inpres, Pasar Raya Kota Padang. Foto : Istimewa
Walikota Padang, Mahyeldi Ansarullah saat meninjau Pasar Inpres, Pasar Raya Kota Padang. Foto : Istimewa

Pemerintah Kota Padang sudah menganggarkan Rp 4,9 milyar untuk melanjutkan pembangunan Pasar Raya Inpres II. Pada Januari 2015 nanti ditargetkan pembangunannya selesai dan bisa ditempati pedagang yang saat ini menempati bagian jalan.

”Bangunan Inpres II ini pada lantai tiga dan empatnya akan digunakan untuk parkir, sedangkan lantai satu dan dua akan disekat – sekat untuk pedagang,” kata Walikota Padang Mahyeldi saat meninjau kawasan Pasar Raya, Senin (22/9).

Baca Juga

Menurut Mahyeldi, ada sekitar 700 pedagang yang berjualan di sekitar Inpres II yang nantinya akan ditempatkan ke gedung tersebut.

”Bila Inpres II selesai, diharapkan pedagang sudah dapat berjualan dengan nyaman, sehingga tidak lagi menempati lokasi darurat seperti sekarang,” kata Walikota.

Dikatakan, dalam 2015 nanti pembangunan Inpres III dan IV juga akan dimulai. Terkait dana pembangunan, menurut Wako, Pemko Padang sudah membentuk tim yang bertugas mengupayakan anggaran dari pusat agar lebih optimal, sehingga dalam dua tahun penataan Pasar Raya bisa dituntaskan.

”Kita sudah bentuk tim untuk mengoptimalkan pendanaan dari pusat agar revitalisasi pasar raya dan pasar satelit dapat kita tuntaskan,”sebutnya.

Dalam peninjauan ini, Walikota menyempatkan memantau kondisi jalan Pasar Baru yang sebelumnya sudah rapi. Namun, kondisinya kembali semrawut karena PKL tidak mengindahkan instruksi Walikota untuk menggelar lapak pada jam yang ditentukan, yaitu mulai pada pukul 15.00 WIB.

Begitu juga dengan kondisi jalan Pasar Raya Barat mulai dari air mancur hingga jalan Permindo kembali mulai disesaki lapak pedagang. Kendati tidak separah sebelumnya, namun menyulitkan kendaraan roda empat yang melewati jalan tersebut.

Mahyeldi sempat berang melihat kondisi ini. Beberapa staf Dishub dan Dinas Pasar disemprot Walikota.

”Sebelumnya sudah ditertibkan, tapi kembali seperti ini. Tandanya pengawasan dan penertiban dari dinas tidak jalan. Atau mungkin ada yang bermain?”cetus Wako.

Yang tak kalah membuat murka Walikota Padang adalah keberadaan salon – salon yang tak jelas izinnya di kawasan Padang Teater. Apalagi, saat inspeksi mendadak itu didapati beberapa wanita penunggu salon berhamburan dan sebagian buru – buru menutup salonnya.

Walikota minta Dinas Pasar dan Dinas terkait untuk menelusuri izin beroperasinya salon yang diduga jadi ‘salon plus – plus’ tersebut.

”Jika tidak ada izinnya, tutup saja,” kata Mahyeldi.

(Humas dan Protokol Pemko Padang)

Rekomendasi