Kabarpadang.com
Mengabarkan Ranah Minang

Terbunuhnya Mira Gara-gara Tak Jawab Sapaan Pria Ini

Reka adegan (rekonstruksi) pembunuhan Mira (22) yang ditemukan tewas terapung di sungai Tanjung Saba, Lubeg, Padang beberapa minggu lalu. Foto : Istimewa
Reka adegan (rekonstruksi) pembunuhan Mira (22) yang ditemukan tewas terapung di sungai Tanjung Saba, Lubeg, Padang beberapa minggu lalu. Foto : Istimewa

Kepolisian hari ini, Kamis (30/10) kembali melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait terbunuhya Mira (22) yang sebelumnya ditemukan tewas di kawasan Tanjung Saba, Lubuk Begalung, Kota Padang, Selasa (29/9) lalu.

Penyelidikan lebih lanjut dilakukan dengan reka adegan pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku bernama Refriandi (25) pada tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan hasil rekonstruksi, awalnya pelaku dan korban berpapasan di TKP. Kemudian, pelaku pun menyapa korban, namun tidak diindahkan oleh korban. Merasa tidak senang, lalu pelaku pun langsung menegur kembali korban.

“Sombong bana mah, jaweklah sapo urang tuh (jawablah sapa orang),” tiru pelaku saat rekonstruksi.

Lantas, korban langsung membalasnya dengan menjawab ‘Apo Dek Ang’ (apa katamu). Setelah mengucapkan hal tersebut, korban terus berjalan. Namun, pelaku yang tidak terima, langsung mengambil batu dan melemparkannya ke kepala korban dari arah belakang.

“Iya, saya kesal pak, karena saya menyapa tidak diacuhkan,” kata pelaku.

Seketika, korban pun langsung jatuh dan kepalanya langsung mengenai batu besar tepat berada didekatnya. Pelaku yang cemas langsung menyeret korban yang sudah bersimbah darah kearah bawah sungai.

“Waktu saya turunkan ke bawah, memang sempat terhempas lagi kepalanya pak,” ungkap pelaku.

Sebelum membuangnya ke sungai, pelaku terlebih dahulu mengemasi barang korban dan dimasukkan kedalam tas. Terakhir, pelaku langsung membuang korban ke sungai bersamaan dengan tasnya.

Sebelumnya, warga di sekitar dibuat heboh dengan ditemukannya sesosok mayat wanita terapung tepat didekat lokasi kejadian. Selang beberapa hari, tepatnya Selasa (14/10), polisi berhasil membekuk pelaku di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

Rekonstruksi sendiri sempat membuat jalanan macet lantaran banyaknya warga sekitar yang ingin melihat langsung proses penyelidikan tersebut.

Bahkan, usai rekonstruksi dan pelaku akan dibawa kembali ke sel tahanan, sejumlah warga yang diketahui keluarga korban langsung memukul pelaku. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama karena langsung diamankan oleh pihak kepolisian.

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT